Categories
Repo

Perilaku Merokok Pada Perempuan dan Keinginannya Untuk Berhenti Merokok di Kelurahan Pondok Ranji Kecamatan Ciputat Timur

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15707/

Perilaku Merokok Pada Perempuan dan Keinginannya Untuk Berhenti Merokok di Kelurahan Pondok Ranji Kecamatan Ciputat Timur

Pramudyo, Wahyu Eko

Jumlah perokok pada perempuan di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Yang menjadi faktor utama dalam peningkatan jumlah perokok pada perempuan ialah lingkungan pergaulan dan kurangnya pengawasan baik dari keluarga ataupun orang orang yang berada disekitar perokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar keinginan berhenti merokok pada perempuan di Kelurahan Pondok Ranji. Penelitian ini merupakan penelitin kualitatif daskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Data yang di ambil adalah data primer, pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, analisis yang digunakan pada penelitan ini adalah narasi deskriptif, informan yang menjadi narasumber berjumlah 10 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyebab informan merokok karena pengaruh dari lingkungan pergaulan, mengikuti perkembangan zaman, membuat penampilan jadi lebih menarik. Informan menganggap rokok dapat menghilangkan stress, menghilangkan rasa bosan, informan juga menjawab jika merokok dapat menyebabkan penyakit berbahaya. Keinginan dan motivasi informan untuk berhenti merokok terbilang kecil karena kurangnya dukungan dari pihak keluarga, kurangnya informasi mendalam tentang bahaya merokok dan besarnya pengaruh dari luar yang menyebabkan informan gagal berhenti merokok.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15707/1/FIKES_KESMAS_1205015138_WAHYU%20EKO%20PRAMUDYO.pdf

Unduh!

Categories
Repo

10. 2021.4.19 Jurnal Cendekia 1 Peer Review

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15712/

10. 2021.4.19 Jurnal Cendekia 1 Peer Review

Trisna Roy Pradipta, TRP

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15712/1/10.%202021.4.19%20peer%20review_merged.pdf

Unduh!

Categories
Repo

8. 2020.10.30 JRAMathEdu Peer Review

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15710/

8. 2020.10.30 JRAMathEdu Peer Review

Trisna Roy Pradipta, TRP

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15710/1/8.%202020.10.30%20peerreview_Merged.pdf

Unduh!

Categories
Repo

15. 2021.7.23 Jurnal Cendekia 3 peer review

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15726/

15. 2021.7.23 Jurnal Cendekia 3 peer review

Trisna Roy Pradipta, TRP

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15726/1/15.%202021.7.23%20m.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Pengaruh Integrated Marketing Communication Dan Banking Service Quality Terhadap Brand Equity Pada Bank BJB Syariah

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15701/

Pengaruh Integrated Marketing Communication Dan Banking Service Quality Terhadap Brand Equity Pada Bank BJB Syariah

Aryana, Dea

Tujuan Dari Penelitian Ini Adalah Untuk Menganalisis Pengaruh Integrated Marketing Communication Dan Banking Service Quality Terhadap Brand Equity Pada Bank Bjb Syariah. Penelitian Ini Menggunakan Metode Analisis Structural Equation Modeling (SEM) Dan Menggunakan Software Lisrel 8.8. Hasil Pengujian Menunjukkan Bahwa Integrated Marketing Communication Berpengaruh Terhadap Brand Equity Bank Bjb Syariah Dengan T-Value Sebesar 9,42 Dan Koefisien Estimasi Sebesar 1,04. Sedangkan T-Value Banking Service Quality Sebesar -1,70 Dan Koefisien Estimasi Sebesar -0,06, Hasil Tersebut Menunjukkan Bahwa Banking Service Quality Tidak Berpengaruh Terhadap Brand Equity Bank Bjb Syariah.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15701/1/FAI_PERBANKAN%20SYARIAH_%201407025032%20_%20DEA%20ARYANA.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Kualitas Mikrobiologi Udara Pada Ruang Rawat Inap Kelas 3 Rumah Sakit Siaga Raya Jakarta Selatan Tahun 2016

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15700/

Kualitas Mikrobiologi Udara Pada Ruang Rawat Inap Kelas 3 Rumah Sakit Siaga Raya Jakarta Selatan Tahun 2016

Fahruriza, Fahruriza

Kualitas udara pada ruang rawat inap dipengaruhi oleh suhu, kelembaban, pencahayaan, kebersihan lingkungan dan kandungan mikrobiologi. Jumlah mikrobiologi udara tumbuh secara substansial, yakni sebesar 114% dari 224 CFU/m3 pada tahun 2011 menjadi 480 CFU/m3 pada tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas udara ruang rawat inap kelas 3 di Rumah Sakit Siaga Raya dan penelitian ini menggunakan pendekatan studi kualitatif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling, dengan 16 informan. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam, telaah dokumen dan uji laboratorium. Instrumen dalam penelitian adalah dengan lembar ceklist, pedoman wawancara, tape recorder, Microbiological Air Sampler, Waather meter, Luxmeter, Inkubator, Agar nutrisi, dan Colony-counter. Teknik analisis data dengan triangulasi sumber dan triangulasi data. Berdasarkan hasil penelitian kualitas fisik udara ruang rawat inap kelas 3 laki-laki pengukuran tahap I suhu 24,3oC, kelembaban 71%, pencahayaan saat tidak tidur 26 Lux dan saat tidur 36 Lux dan pengukuran tahap II suhu 29,6oC, kelembaban 46,5%, pencahayaan saat tidak tidur 36 Lux dan saat tidur 26 Lux. Hasil penelitian kualitas fisik udara ruang rawat inap kelas 3 perempuan pengukuran tahap I suhu 24,5oC, kelembaban 70,3%, pencahayaan saat tidak tidur 45 Lux dan saat tidur 45 Lux dan pengukuran tahap II suhu 28,9,oC, kelembaban 63,5%, pencahayaan saat tidak tidur 70 Lux dan saat tidur 26 Lux. Jumlah bakteri udara ruang rawat inap kelas 3 laki-laki pengukuran tahap I 176 CFU/m3 tahap ke II 592 CFU/m3 angka tersebut tidak memenuhi standar Kepmenkes RI No. 1204/MENKES/SK/X/2004. Jumlah bakteri udara ruang rawat inap kelas 3 perempuan pengukuran tahap I 148 CFU/m3 tahap ke II 160 CFU/m3. Suhu, kelembaban, pencahayaan saat tidak tidur tidak memenuhi syarat Kepmenkes RI No. 1204/MENKES/SK/X/2004, namun pencahayaan saat tidur memenuhi syarat. Jenis bakteriologi yang ditemukan yaitu Pseudomonas sp dan Klebsiella sp. Peneliti menyarankan agar pihak rumah sakit perlu tingkatkan kedisiplinan dalam melakukan prosedur waktu pengawasan terhadap keluar masuk pengunjung maupun pengawasan inventarisasi ruangan.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15700/1/FIKES_KESMAS_1205015034_FAHRURIZA.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Berbedakah Motivasi Beragama Kelompok Aksi Bela Islam 212 Dengan Kelompok Non Aksi Bela Islam 212?

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15691/

Berbedakah Motivasi Beragama Kelompok Aksi Bela Islam 212 Dengan Kelompok Non Aksi Bela Islam 212?

Ramadani, Gessike Putri

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kelompok Aksi Bela Islam 212 memiliki motivasi agama yang berbeda dengan kelompok non Aksi Bela Islam 212. Motivasi beragama dalam hal ini dilihat dari orientasi beragama dan internalisasi Agama. Orientasi agama yang dimaksud adalah kecenderungan mengenai asal dari motif yang mendasari perilaku beragama seseorang. Dalam hal ini apakah berorientasi intrinsik (didasari oleh agama dan ajaran agama tersebut), atau berorientasi ekstrinsik (didasari oleh motif pribadi individu, agama sebagai alat mencapai tujuan). Alat ukur yang digunakan adalah Religioius Orientation Scale (ROS). Internalisasi agama adalah mengenai sejauh mana ajaran agama diadopsi oleh individu menjadi bagian dari dirinya. Alat ukur menggunakan skala Internalisasi Agama. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 100 orang. 50 orang kelompok Aksi Bela Islam 212 dan 50 orang non kelompok Aksi Bela Islam.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan dalam orientasi beragama pada kelompok non-Aksi Bela Islam 212 (p=,001<,05), yaitu kelompok non-Aksi Bela Islam 212 berorientasi intrinsik, Sementara kelompok Aksi Bela Islam 212 tidak ada perbedaan antara orientasi intrisik dan ekstrinsik. Hasil dari pengukuran Internalisasi Agama menunjukan bahwa secara umum internalisasi atau pengapdosian agama lebih dilihat pada kelompok non Aksi Bela Islam 212 dibanding Aksi Bela Islam 212. Tetapi, bila dilihat lebih jauh dari tipe internalisasi agama perbedaan juga terlihat yaitu: Kelompok Aksi Bela Islam 212 cenderung lebih independent dalam menjadikan nilai Agama menjadi bagian dari dirinya. Sementara pada kelompok Aksi Bela Islam 212 tidak ada perbedaan antara tingkat independensi dengan pengaruh dari faktor luar diri dalam proses mengadopsi nilai-nilai Agama. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15691/1/FPSI_PSIKOLOGI_1508015047_GESSIKE%20PUTRI%20RAMADANI.pdf Unduh!

Categories
Repo

Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Resiliensi Pada Penyintas Bencana Alam Longsor Di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15695/

Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Resiliensi Pada Penyintas Bencana Alam Longsor Di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor

Ulfah, Nida Sastria Aspriyati Maria

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial terhadap resiliensi pada penyintas bencana alam longsor Sukajaya. Responden penelitian ini berjumlah 156 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) yang dikembangkan oleh Gregory D. Zimet (1988) dan The Cannor-Davidson Resilience Scale (CD- RISC) yang di susun oleh Connor & Davidson (2003). Teknik analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan program SPSS for Windows 22.0. Penelitian ini melibatkan responden penyintas bencana alam longsor di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor dengan menggunakan analisis regresi. Responden yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 156 responden. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa dukungan sosial yang didapatkan oleh penyintas memberikan kontribusi yang signifikan terhadap resiliensi, hal tersebut dibuktikan dengan adanya koefisien R = 0,768 dan R Square = 0,580 atau 58%. Dengan nilai β = 0,768 (P. Sign. < 0.001). hal ini menunjukkan bahwa dukungan sosial memberikan efek positif signifikan terhadap resiliensi yang dimiliki penyintas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin banyak dukungan sosial yang diterima para penyintas bencana longsor Sukajaya maka semakin baik pula resiliensinya. Begitu juga sebaliknya, semakin kecil dukungan sosial yang diterima, maka semakin rendah pula resiliensinya. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15695/1/FPSI_PSIKOLOGI_1608015132_NIDA%20SASTRIA%20ASPRIYATI%20M.U.pdf Unduh!

Categories
Repo

Hygiene dan Sanitasi Tempat Pemotongan Ayam “Mas Parno” Di Pasar Kebayoran Lama Jakarta Selatan Tahun 2017

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15698/

Hygiene dan Sanitasi Tempat Pemotongan Ayam “Mas Parno” Di Pasar Kebayoran Lama Jakarta Selatan Tahun 2017

R., Elly Rahmadayanti

Hygiene adalah usaha untuk memelihara, melindungi, dan mempertinggi derajat kesehatan badan dan jiwa. Sedangkan sanitasi adalah upaya yang di lakukan untuk menjamin terciptanya kondisi lingkungan yang memenuhi persyaratan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi Hygiene dan Sanitasi Tempat Pemotongan Ayam “Mas Parno”, yaitu meliputi
konstruksi bangunan, lantai, dinding, pencahayaan, atap, dan ventilasi, serta penyediaan air bersih, air limbah/IPAL, toilet, tempat sampah, tempat cuci tangan, tempat cuci peralatan, dan tempat cuci bahan makanan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Instrument yang digunakan yaitu Pedoman wawancara mendalam dibagi menjadi 2 bagian yaitu pedoman wawancara untuk pengelola tempat
pemotongan ayam dan 5 orang karyawan, serta pedoman observasi menggunakan lembar checklist. Penelitian ini dilakukan Tempat Pemotongan Ayam “Mas Parno” dengan waktu penelitian dari bulan Agustus sampai dengan bulan Desember 2017. Hasil penelitian didapatkan bahwa kondisi bangunan masih nampak kokoh namun sudah terlihat seperti bangunan tua dan using, kondisi lantai nampak kurang bersih dan lantai ada yang retak, kondisi dinding cukup baik karena terbuat dari keramik. Namun pada dinding yang dicat, catnya sudah mengelupas dan memudar. Selain itu pada dinding juga terdapat percikan darah dari pemotongan ayam. Kondisi pencahayaan dirasa kurang, sehingga membutuhkan lampu untuk bantuan penerangan, kondisi atap cukup baik dan tidak ada atap yang bocor, dan kondisi ventilasi dirasa kurang, sehingga sirkulasi udara menjadi kurang lancar. Sumber daya manusia yang bekerja belum sepenuhnya memenuhi standar hygiene dan sanitasi, seperti saat bekerja tidak memakai pakaian khusus serta tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri. Pengelola tempat pemotongan ayam selalu menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan dengan sabun setiap habis selesai bekerja, dan karyawan di tempat pemotongan ayam selalu menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan dengan sabun setiap habis selesai bekerja, serta memcuci peralatan yang telah selesai digunakan dengan sabun juga di air mengalir. Kesimpulan dan saran dari penelitian ini bahwa hygiene dan sanitasi tempat pemotongan ayam “Mas Parno”, belum sepenuhnya memenuhi syarat hygiene dan sanitasi SNI 01-6159-1999, sehingga perlu ada peningkatan kualitas dengan cara perbaikan kondisi fasilitas-fasilitas yang sudah ada, serta penambahan fasilitas-fasilitas sanitasi yang belum ada di tempat pemotongan ayam “Mas Parno”.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15698/1/FIKES_KESMAS_1105015033_ELLY%20RAMADAYANTI.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Pengaruh Kontrol Diri Terhadap Pengambilan Keputusan Pada Generasi Milenial Sebagai Pemilik Usaha

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15694/

Pengaruh Kontrol Diri Terhadap Pengambilan Keputusan Pada Generasi Milenial Sebagai Pemilik Usaha

Prasetio, Hanif Dian

Pengaruh Kontrol Diri Terhadap Pengambilan Keputusan Pada Generasi Milenial Sebagai Pemilik Usaha

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15694/1/FPSI_PSIKOLOGI_1409015039_HANIF%20DIAN%20PRASETIO.pdf

Unduh!