http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16771/
SK-BAP-Hadir-Nilai-Prakt Steril D2
Gusmayadi, Inding
Bukti kinerja pengajaran semester genap 2021-2022
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16771/1/SK-BAP-Hadir-Nilai-Prakt%20Steril%20D2.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16771/
SK-BAP-Hadir-Nilai-Prakt Steril D2
Gusmayadi, Inding
Bukti kinerja pengajaran semester genap 2021-2022
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16771/1/SK-BAP-Hadir-Nilai-Prakt%20Steril%20D2.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16746/
Tindak Tutur Ilokusi Haris Azhar
Abdul Rahman, Jupri
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16746/1/Tindak%20Tutur%20Ilokusi%20Haris%20Azhar.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16772/
SK-BAP-Hadir-Nilai-Prakt Steril E2
Gusmayadi, Inding
Bukti kinerja pengajaran semester genap 2021-2022
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16772/1/SK-BAP-Hadir-Nilai-Prakt%20Steril%20E2.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16747/
Pengaruh Budaya Organisasi, Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
Hendrastiani, Seli
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara Budaya Organisasi,
Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan.
Dalam penelitian ini digunakan metode survei. Variabel yang digunakan yaitu
Budaya Organisasi, Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja sebagai variabel
independen dan variabel Kinerja Karyawan sebagai variabel dependen. Populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan perusahaan PT Telekomunikasi
Indonesia, Tbk yang berjumlah 140 karyawan. Teknik pemilihan sampel
menggunakan slovin, diperoleh berjumlah 103 orang sebagai responden. Teknik
pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukurannya menggunakan
skala likert. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah analisis
deskriptif, regresi linear berganda, uji asumsi klasik, dengan menggunakan uji
normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi,
pengujian hipotesis uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), analisis koefisien
korelasi parsial dan koefisien korelasi berganda.
Hasil Analisis Statistik Deskriptif yaitu variabel Kinerja Karyawan (Y)
mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar 38.35 dengan standar deviasi sebesar
3.882. Variabel Budaya Organisasi (X1) mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar
40.75 dengan standar deviasi sebesar 4.445. Variabel Motivasi Kerja (X2)mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar 35.96 dengan standar deviasi sebesar
4.589. Variabel Kepuasan Kerja (X3) mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar
38.23 dengan standar deviasi sebesar 3.991.
Hasil model regresi linear berganda yang diperoleh yaitu ̂ = 0.403 + 0.191
X1 + 0.323 X2 + 0.390 X3. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa residual
berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas, tidak terjadi
heteroskedastisitas, tidak terjadi autokorelasi sehingga dapat diinterprestasikan
model regresi mempunyai sifat BLUE (Best Linear Unbiased Estimator).
Nilai Adjusted R2 sebesar 0.627 artinya variabel independen budaya
organisasi, motivasi kerja, dan kepuasan kerja mampu mempengaruhi variabel
dependen kinerja karyawan adalah sebesar 62.7% sedangkan sisanya sebesar
37.3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti di dalam penelitian ini.
Hasil uji statistik t variabel yaitu budaya organisasi (X1) menunjukkan thitung
sebesar 3.365 > 1.660, tingkat signifikansi 0.001 < 0.05 maka Budaya Organisasi
secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan.
Selanjutnya nilai thitung variabel yaitu Motivasi Kerja (X2) menunjukkan thitung
sebesar 4.977 > 1.660, tingkat signifikansi 0.000 < 0.05 maka Motivasi Kerja
secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan.
Selanjutnya nilai thitung variabel yaitu Kepuasan Kerja (X3) menunjukkan thitung
sebesar 4.954 > 1.660, tingkat signifikansi 0.000 < 0.05 maka Kepuasan Kerja
secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil uji
F menunjukkan Fhitung sebesar 58.164 > F 0.05 (3:99) = 2.70 dengan tingkat
signifikansi 0.000 < 0.05, maka dapat diinterpretasikan bahwa Budaya Organisasi,
Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja secara simultan atau bersama-sama
berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
Nilai koefisien korelasi parsial variabel Budaya Organisasi (X1) dan variabel
kinerja karyawan (Y) sebesar 0.320 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.001 <
0.05, maka dapat dikatakan terdapat hubungan positif rendah dan signifikan. Nilai
koefisien korelasi parsial variabel Motivasi Kerja (X2) dan variabel kinerja
karyawan (Y) sebesar 0.447 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000 < 0.05,
maka dapat dikatakan terdapat hubungan positif sedang dan signifikan. Nilai
koefisien korelasi parsial variabel Kepuasan Kerja (X3) dan variabel kinerja
karyawan (Y) sebesar 0.446 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000 < 0.05,
maka dapat dikatakan terdapat hubungan positif sedang dan signifikan.
Analisis koefisien korelasi berganda diketahui bahwa nilai koefisien korelasi
berganda (R) = 0.799 berarti ketiga variabel yaitu Budaya Organisasi, Motivasi
Kerja, dan Kepuasan Kerja secara bersama-sama mempunyai tingkat hubungan
yang kuat (berada pada interval 0.60-0.799) dan positif terhadap kinerja
karyawan.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16747/1/FEB_MNJ_1402015158_Seli%20Hendrastiani.pdf
Unduh!
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16773/
SK-BAP-Hadir-Nilai-Prakt Steril F1
Gusmayadi, Inding
Bukti kinerja pengajaran semester genap 2021-2022
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16773/1/SK-BAP-Hadir-Nilai-Prakt%20Steril%20F1.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16748/
Pengaruh Pelatihan Kerja dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan pada Departemen Painting Piano PT. Yamaha Music Manufacturing Pulogadung Jakarta
Muthia, Siti
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan kerja dan
motivasi terhadap kinerja karyawan pada departemen painting piano PT Yamaha
Music Manufacturing Pulogadung Jakarta. Variabel yang di teliti adalah pelatihan
kerja dan motivasi sebagai variabel bebas dan kinerja karyawan sebagai variabel
terikat pada departemen painting piano PT Yamaha Music Manufacturing
Pulogadung Jakarta. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan departemen
painting piano PT Yamaha Music Manufacturing Pulogadung Jakarta. Data
penelitian ini bersifat primer yang di kumpulkan dengan cara menyebar kuesioner.
Dengan jumlah sampel sebanyak 81 responden. Pengambilan sampel dilakukan
dengan teknik random sampling yaitu karyawan departemen painting piano PT
Yamaha Music Manufacturing Pulogadung Jakarta. Teknik pengumpulan data
menggunakan pengolahan dan analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas,
analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, uji hipotesis, uji koefisien
determinasi dan koefisien korelasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelatihan kerja berpengaruh
signifikan terhadap kinerja karyawan dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan pelatihan kerja dan motivasi
berpengaruh terhadap kinerja karyawan departemen painting piano PT Yamaha
Music Manufacturing Pulogadung Jakarta.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16748/1/FEB_MNJ_1402015168_Siti%20Muthia.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16749/
Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan (Human Resource Development PT. Sprint Asia Technology)
Sanjaya, Ipada Putra
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Dalam penelitian ini digunakan metode survei. Variabel yang digunakan yaitu Motivasi dan Disiplin Kerja sebagai variabel independen dan variabel Kinerja Karyawan sebagai variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan perusahaan PT. Sprint Asia Technology, yang berjumlah 80 orang. Teknik pemilihan sampel dilakukan dengan sample jenuh, sehingga diperoleh sampel berjumlah 80 orang sebagai responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukurannya menggunakan skala likert. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, regresi linear berganda, uji asumsi klasik, dengan menggunakan uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi, pengujian hipotesis uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), analisis koefisien korelasi parsial dan koefisien korelasi berganda.
Hasil Analisis Statistik Deskriptif yaitu variabel Kinerja Karyawan (Y) mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar 82,88 dengan standar deviasi sebesar 4,144. Variabel Motivasi (X1) mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar 84,44 dengan standar deviasi sebesar 4,222. Variabel Disiplin Kerja (X2) mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar 83,16 dengan standar deviasi sebesar 4,158.
Hasil model regresi linear berganda yang diperoleh yaitu ̂ =1,357 + 0,316 X1 + 0,370 X2 + e. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa residual berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas, tidak terjadi heteroskedastisitas, tidak terjadi autokorelasi sehingga dapat diinterprestasikan model regresi mempunyai sifat BLUE (Best Linear Unbiased Estimator).
Nilai Adjusted R2 sebesar 0,457 artinya variabel independen motivasi dan Disiplin Kerja mampu mempengaruhi variabel dependen kinerja karyawan adalah sebesar 45,7% sedangkan sisanya sebesar 54,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti di dalam penelitian ini.
Hasil uji statistik t variabel yaitu Motivasi (X1) menunjukkan thitung sebesar 3,652 > 1,66482, tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 maka Motivasi secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Selanjutnya nilai thitung variabel yaitu Disiplin Kerja (X2) menunjukkan thitung sebesar 4,271 > 1,66482, tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 maka Disiplin Kerja secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil uji F menunjukkan F hitung sebesar 34,217 > F 0.05 (3,96) dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05, maka dapat diinterpretasikan bahwa Motivasi dan Disiplin Kerja secara simultan atau bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
Nilai koefisien korelasi parsial variabel Motivasi (X1) dan variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 0,360 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat dikatakan terdapat hubungan positif rendah dan signifikan. Nilai koefisien korelasi parsial variabel Motivasi Kerja (X2) dan variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 0,421 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat dikatakan terdapat hubungan positif sangat kuat dan signifikan.
Analisis koefisien korelasi berganda diketahui bahwa nilai koefisien korelasi berganda (R) R) = 0,686 berarti kedua variabel yaitu Motivasi dan Disiplin Kerja secara bersama-sama mempunyai tingkat hubungan yang kuat (berada pada interval 0,60- 0,799) dan positif terhadap kinerja karyawan.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16749/1/FEB_MNJ_1402015200%20_Ipada%20Putra%20Sanjaya.pdf
Unduh!
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16750/
Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Produktivitas Kerja PT. Jakarta Cakratunggal Steel Mills
Alfianto, Muhammad
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16750/1/FEB_MNJ_1402015223_Muhammad%20Alfianto.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16730/
sertifikat Kongres Halal Internasional 2022 BDH
Bambang, Dwi Hartono
Bambang, Dwi Hartono sertifikat Kongres Halal Internasional 2022 BDH. Documentation. MM UHAMKA. (Unpublished)
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16732/
Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Di Bagian Desking Di PT. Young Industri Indonesia Cileungsi, Bogor Tahun 2019
Juliant, Denys
Kelelahan kerja merupakan suatu pola yang timbul pada suatu keadaan yang secara umum terjadi pada pekerja, dimana pekerja tidak sanggup lagi untuk melakukan pekerjaan sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan produktivitas kerja akibat faktor pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja di bagian desking di PT. Young Industri Indonesia Tahun 2019. Dalam penelitian ini metodologi yang digunakan adalah dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling sebanyak 50 responden. Hasil penelitian univariat didapatkan risiko kelelahan kerja tinggi sebanyak 72%. Prevalensi Umur >30 tahun sebanyak 60%. Prevalensi durasi kerja >8 jam sebanyak 80%. Prevalensi masa kerja >2 tahun 62%. Prevalensi waktu istirahat kurang sebanyak 34%. Prevalensi waktu tidur >8 jam sebanyak 50%. Berdasarkan hasil penelitian bivariat yang berhubungan didapatkan pada variabel durasi kerja (p-value 0,001) dan variabel masa kerja (p-value 0,000). Sedangkan yang tidak berhubungan pada variabel umur (p-value 0,304), variabel waktu istirahat (p-value 0,873), dan variabel waktu tidur (p-value 0,208). Perusahaan diharapkan dapat memperhatikan pekerja terkait dengan kelelahan kerja dan mengatur waktu disela-sela jam istirahat agar para pekerja dapat melakukkan peregangan otot guna menghindari kelelahan kerja akibat dari kegiatan dan aktifitas yang menoton saat bekerja.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16732/1/FIKES_KM_1405015032_DENYS%20JULIANT.pdf