Categories
Repo

Hubungan Tingkat Pendidikan, Pengetahuan Gizi, Motivasi Diri dan Dukungan Keluarga dengan Asupan Diet Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Matraman

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15849/

Hubungan Tingkat Pendidikan, Pengetahuan Gizi, Motivasi Diri dan Dukungan Keluarga dengan Asupan Diet Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Matraman

Ambarwati, Diana Prasta

Seiring Dengan Meningkatnya Prevalensi Diabetes Melitus, Angka Kematian Diabetes Melitus Juga Ikut Meningkat. Masalah Gizi Yang Sering Diderita Di Usia Lanjut Adalah Kurang Gizi, Kondisi Kurang Gizi Tanpa Disadari Karena Gejala Yang Muncul Hampir Tak Terlihat Sampai Usia Lanjut Tersebut Telah Jatuh Dalam Kondisi Gizi Buruk. Asupan Diet Penderita Diabetes Melitus Faktor Yang Mempengaruhi Adalah Pengetahuan Gizi, Motivasi Diri Dan Dukungan Keluarga. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Hubungan Pengetahuan Gizi, Motivasi Diri Dan Dukugan Keluarga Di Puskesmas Kecamatan Matraman. Penelitian Ini Merupakan Penelitian Kuantitatif Dengan Desain Penelitian Cross Sectional. Subjek Penelitian Ini Adalah Penderita Diabetes Yang Ada Di Puskesmas Kecamatan Matraman Kota Jakarta Timur. Populasi Dalam Penelitian Ini Berjumlah 164 Orang, Dengan Sampel Berjumlah 67 Orang Dengan Teknik Pengambilan Sampel Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Adalah Accidental Sampling. Pengumpulan Data Diperoleh Melalui Kuesioner Dan Wawancara Langsung Meliputi Kuesioner Tingkat Pendidikan, Pengetahuan Gizi, Motivasi Diri, Dan Dukungan Keluarga, Recall 2 X 24 Jam Serta Pemeriksaan Fisik Meliputi Pengukuran Berat Badan, Pengukuran Tinggi Badan. Analisis Data Meliputi Analisis Univariat, Analisis Bivariat Dengan Menggunakan Chi-Square.Hasil Penelitian Menunjukkan Ada Hubungan Tingkat Pendidikan (P-Value=0.000) Pengetahuan Gizi (P-Value=0.000), Motivasi Diri (P-Value=0.025), Dan Dukungan Keluarga (P-Value=0.016), Dengan Asupan Diet Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Kecamatan Matraman

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15849/1/FIKES_GIZI_%201405025032_%20DIANA%20PRASTA%20AMBARWATI.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Gambaran Sanitasi Pasar di Pasar Palmerah Jakarta Pusat Tahun 2018.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15848/

Gambaran Sanitasi Pasar di Pasar Palmerah Jakarta Pusat Tahun 2018.

Septiani, Aulia

Sanitasi merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk menjamin terciptanya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sanitasi yang ada di Pasar Palmerah Jakarta Pusat yaitu ketersediaan dan kondisi sarana air bersih, toilet, tempat sampah, drainase, tempat cuci tangan, binatang penular penyakit dan desinfeksi pasar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Instrument yang digunakan yaitu Pedoman wawancara terstruktur dibagi menjadi 3 bagian yaitu pedoman wawancara untuk 1 pengelola pasar, 5 petugas kebersihan dan 5 pedagang di pasar palmerah serta pedoman observasi menggunakan lembar check list. Penelitian ini dilakukan Di Pasar Palmerah Jakarta Pusat pada bulan Maret 2018. Hasil penelitian didapatkan bahwa pada Pasar Palmerah jarak antara septic tank dengan sumber air bersih belum sejauh 10 meter, kemudia pada variabel ketersediaan toilet di tiap los/kios belum tercukupi, ventilasi sudah lebih dari cukup yaitu > 20% dari luas kamar mandi, pencahayaan pada toilet Pasar Palmerah sudah lebih dari memenuhi syarat yaitu 114,3 lux, masih ada beberapa toilet yang kurang bersih dan bau kurang sedap. Pada beberapa los/kios di Pasar Palmerah belum terdapat tempat sampah. Adapun jarak antara bangunan pasar ke TPS belum minimal 10 meter dan masih terletak dijalur utama. Selain itu TPS pada Pasar Palmerah masih menjadi perindukan binatang vektor penyakit dan tidak ada pengelolaan antara sampah basah dan sampah kering. Selain itu pada variabel saluran pembuangan air limbah belum ada drainase dibeberapa kios/los, kondisinya cukup baik tetapi saluran SPAL tidak ditutup dengan kisi-kisi logam. Pada pasar palmerah belum tersedia tempat cuci tangan khusus seperti washtafel, kemudian di Pasar ini belum melaksanakan desinfeksi pasar selama 1 kali menyeluruh selama sebulan dan masih menggunakan bahan desinfektan yang mencemari lingkungan.
Kesimpulan dan saran dari penelitian ini yaitu sanitasi di Pasar Palmerah Jakarta Pusat belum sepenuhnya memenuhi syarat berdasarkan Kepmenkes (No.519/MENKES/SK/VI/2008), sehingga perlu ada peningkatan kualitas dan kondisi kebijakan dari pihak pengelola pasar serta perlu ada perbaikan, pembaharuan dan penambahan dari fasilitas-fasilitas sanitasi pasar yang ada di Pasar Palmerah Jakarta Pusat.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15848/1/FIKES_KESMAS_1405015019_AULIA%20SEPTIANI.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Peer Reviwer Implementasi Metode Pembelajaran – Rizki Amrillah

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15847/

Peer Reviwer Implementasi Metode Pembelajaran – Rizki Amrillah

Rizki, Amrillah

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15847/1/PEER%20REVIEW%20an.%20RIZKI%20AMRILAH.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Keluhan Low Back Pain (LBP) Pada Pengemudi Shuttle Bus Di PO Putra KJU Tangerang Tahun 2018

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15846/

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Keluhan Low Back Pain (LBP) Pada Pengemudi Shuttle Bus Di PO Putra KJU Tangerang Tahun 2018

Ardi, Asyfah Nuraini

LBP adalah gangguan muskuloskeletal yang terjadi pada daerah punggung bawah yang dapat disebabkan oleh berbagai penyakit dan aktivitas tubuh yang kurang baik atau ergonomis. Adapun rasa nyeri yang muncul berasal dari tulang belakang, otot, saraf atau struktur lain pada daerah tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan LBP pada pengemudi shuttle bus di PO Putra KJU Tangerang tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilakukan dari bulan April-Juli 2018. Penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh dengan menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengemudi shuttle bus di PO Putra KJU Tangerang dengan jumlah sampel 60 orang. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-square (CI 95%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 63,3% pengemudi mengalami keluhan LBP dengan keluhan ringan, memiliki postur tubuh berisiko rendah 66,7%, berumur muda 53,3%, mempunyai IMT normal 50%, cukup dalam aktivitas olahraga 28,3%, bukan perokok/ sudah berhenti merokok 23,3% dan yang termasuk dalam masa kerja baru sebanyak 75%. Variabel yang memiliki hubungan secara statistik dengan keluhan LBP adalah postur tubuh (p value = 0,000), umur (p value = 0,000), aktivitas olahraga (p value = 0,026) dan masa kerja (p value = 0,000). Sedangkan, variabel yang tidak memiliki hubungan adalah IMT (p value = 0,422) dan kebiasaan merokok (p value = 1,000). Saran dari penelitian ini adalah kesadaran pengemudi untuk memperbaiki posisi tubuh saat sedang mengemudi dan melakukan peregangan apabila mulai merasakan keluhan pada otot dan tulang, serta perlu diadakannya program senam pagi dan rotasi pekerjaan bagi pekerja yang sudah berusia lanjut.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15846/1/FIKES_KESMAS_1405015015_ASYFAH%20NURAINI%20ARDI.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Hubungan Konsumsi Buah dan Sayur, Asupan Zat Gizi Makro dan Aktivitas Fisik Dengan Rasio LDL/HDL Orang Dewasa Di Poliklinik Jantung RSUD Pasar Minggu Jakarta Selatan

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15845/

Hubungan Konsumsi Buah dan Sayur, Asupan Zat Gizi Makro dan Aktivitas Fisik Dengan Rasio LDL/HDL Orang Dewasa Di Poliklinik Jantung RSUD Pasar Minggu Jakarta Selatan

Pratama, Achmad Cipta

Penyakit Jantung Koroner merupakan penyakit Kardiovaskuler yang paling umum dikenal oleh masyarakat dunia. Penyakit Jantung Koroner bisa terjadi dikarenakan berbagai hal, salah satunya adalah rasio LDL / HDL yang tidak normal. LDL dan HDL merupakan komponen dari kolesterol yang merupakan komponen esensial dari setiap sel dan diperlukan oleh tubuh untuk melakukan banyak fungsi dasar. Rasio LDL / HDL dipengaruhi oleh beberapa hal seperti asupan zat gizi makro, asupan buah dan sayur hingga aktifitas fisik. Rasio LDL / HDL dapat diketahui dengan cara membandingkan hasil pemeriksaan laboratorium LDL dengan HDL. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional untuk mengetahui hubungan dari setiap variabel. Hasil penelitian ini menunjukan sebanyak 48,9% responden yang asupan buah dan sayurnya kurang dan 51,1% cukup. Diketahui sebanyak 25,6% responden memiliki asupan karbohidrat cukup dan 74,4% responden memiliki asupan karbohidrat berlebih. Diketahui sebanyak 62,2% responden memiliki asupan lemak cukup dan 37,8% berlebih. Diketahui sebanyak 6,7% responden memiliki asupan karbohidrat kurang, 72,2% cukup dan 21,1% berlebih. Diketahui sebanyak 18,9% responden memiliki aktifitas fisik ringan, 70% sedang dan 11,1% berat. Diketahui sebanyak 65,6% responden memiliki rasio LDL HDL normal dan 34,4% tidak normal.Pada penelitian ini, diketahui bahwa ada hubungan yang bermakna antara asupan buah dan sayur (p-value = 0,000), asupan lemak (p-value = 0,000) dan aktifitas fisik (p-value = 0,020) dengan rasio LDL/HDL. Tidak ada hubungan yang bermakna antara asupan karbohidrat (p-value = 0,118) dan asupan protein (p-value = 0,182) dengan rasio LDL/HDL.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15845/1/FIKES_KESMAS_1305025001_ACHMAD%20CIPTA%20PRATAMA.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Hubungan Sikap, Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi Mulut dan Pola Makan Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Siswa Kelas 3-5 di SDN Aren Jaya XVIII Bekasi Timur

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15844/

Hubungan Sikap, Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi Mulut dan Pola Makan Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Siswa Kelas 3-5 di SDN Aren Jaya XVIII Bekasi Timur

Zahara, Dessi Jamila

Karies Gigi Dapat Menimbulkan Gangguan Fungsi Mengunyah Sehingga Dapat Menyebabkan Terganggunya Penyerapan Dan Pencernaan Makanan. Karies Gigi Pada Anak Usia Sekolah Dipengaruhi Diantaranya Oleh Sikap Dan Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi Mulut Dan Pola Makan. Kota Bekasi Termasuk Salah Satu Kota Di Jawa Barat Yang Tinggi Angka Prevalensi Kasus Gigi Karies Dimana Di Dalamnya Membawahi 31 Puskesmas. Berdasarkan Survei Pendahuluan Ditemukan Kasus Karies Gigi Pada Anak 7-11 Tahun Yang Perlu Perawatan Gigi, Karies Gigi Terbesar Berada Di Puskesmas Aren Jaya Bekasi Timur Yang Mencapai 3.940 Kasus. Tujuan Dari Penelitian Ini Yaitu Untuk Mengetahui Hubungan Sikap, Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi Mulut Dan Pola Makan Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Siswa Kelas 3-5 Di SDN Aren Jaya XVIII Bekasi Timur. Penelitian Ini Merupakan Penelitian Deskriptif Dengan Menggunakan Desain Penelitian Cross Sectional Dengan Jumlah Sampel 74 Murid Yang Diperoleh Dengan Teknik Random Sampling. Data Yang Diperoleh Dianalisis Dengan Menggunakan Statistik Uji Chi- Square Dengan Derajat Kemaknaan ( A = 0,05 ). Hasil Penelitian Menunjukkan Tidak Ada Hubungan Antara Sikap Kesehatan Gigi Dengan Karies Gigi (P- Value=0.422) Di Sekolah Dasar Negeri Aren Jaya XVIII Bekasi Timur. Adanya Hubungan Antara Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi Mulut (P-Value=0.000) Dan Pola Makan (P-Value=0.000) Dengan Karies Gigi Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Aren Jaya XVIII Bekasi Timur.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15844/1/FIKES_GIZI_%201405025029_DESSI%20JAMILA%20ZAHARA.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Siswa Dalam Penggunaan Apd Dalam Blk Las Dan Mesin Bubut Smk Muhammadiyah I Cileungsi Bogor Tahun 2017

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15843/

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Siswa Dalam Penggunaan Apd Dalam Blk Las Dan Mesin Bubut Smk Muhammadiyah I Cileungsi Bogor Tahun 2017

Umam, Muhamad Khairul

Pengunaan APD yang merupakan tahap akhir dari pengendalian bahaya dari pengendalain yang lain seperti eliminasi subsitusi, engineering dan administratif manfaat dari penggunaan APD saat melakuakn praktik sangat besar dalam pencegahan resiko kecekaan pada pada siswa yang melakukan praktik. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Variabel yang di teliti yakni sikap ketersedian pengawasan hukuman dan penghargaan. Data yang digunakan adalah data primer berdasarkan hasil wawancara kuesioner dan data sekunder bersumber dari bagian administratif berupa daftar absen siswa populasi dalam penelitian ini adalah 250 siswa yang akan melakukan. Jumalh sempel praktik 62 pada las dan mesin bubut 155 teknik pengembilan sampel praktik metode random sampling dengan cara melakukan kocok pada absensi siswa yang masuk untuk menjadi responden analisis yang digunakan adalah univaraiat dan bivariat. Hasil uji Univariat menujukan proporsi siswa las dan mesin bubut sebagaian besar adalah sikap untuk las 71.0% untuk bubut 67.1% ketersedian untuk las 44.4% untuk bubut 52.4% pengawasam untuk las 55.6% untuk bubut 65.9% hukuman untuk las 67.1% untuk bubut 65.9% sedangkan penghargaan 45.9% untuk bubut 76.8%. Hasil bivariat menunjukan variabel yang berhubungan sikap untuk las (P-value 0.02) (untuk bubut P-value 0.00) dan pengawasan (Pvalue 0.05) sedangkan variabel tidak berhubungan ketersedaian untuk las(P-value 0.321) untuk bubut(P-value 0.769) pengewasan untuk bubut (P-value 0.197) hukuman untuk las (P-value 0.316) untuk bubut (P-value 0. 891) penghargaan (Pvalue 0.277) untuk las untuk bubut (P-value 0.88) Berdasarkan hasil penelitian agar siswa SMK Muhammadiyah I Cileungi perlu di tingkatkan sikap disiplin dan membuat aturan yang lebih jelas pada penggunaan APD, dan dapat di sosiliasikan kepada seluh siswa.Pengunaan APD yang merupakan tahap akhir dari pengendalian bahaya dari pengendalain yang lain seperti eliminasi subsitusi, engineering dan administratif manfaat dari penggunaan APD saat melakuakn praktik sangat besar dalam pencegahan resiko kecekaan pada pada siswa yang melakukan praktik. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Variabel yang di teliti yakni sikap ketersedian pengawasan hukuman dan penghargaan. Data yang digunakan adalah data primer berdasarkan hasil wawancara kuesioner dan data sekunder bersumber dari bagian administratif berupa daftar absen siswa populasi dalam penelitian ini adalah 250 siswa yang akan melakukan. Jumalh sempel praktik 62 pada las dan mesin bubut 155 teknik pengembilan sampel praktik metode random sampling dengan cara melakukan kocok pada absensi siswa yang masuk untuk menjadi responden analisis yang digunakan adalah univaraiat dan bivariat. Hasil uji Univariat menujukan proporsi siswa las dan mesin bubut sebagaian besar adalah sikap untuk las 71.0% untuk bubut 67.1% ketersedian untuk las 44.4% untuk bubut 52.4% pengawasam untuk las 55.6% untuk bubut 65.9% hukuman untuk las 67.1% untuk bubut 65.9% sedangkan penghargaan 45.9% untuk bubut 76.8%. Hasil bivariat menunjukan variabel yang berhubungan sikap untuk las (P-value 0.02) (untuk bubut P-value 0.00) dan pengawasan (Pvalue 0.05) sedangkan variabel tidak berhubungan ketersedaian untuk las(P-value 0.321) untuk bubut(P-value 0.769) pengewasan untuk bubut (P-value 0.197) hukuman untuk las (P-value 0.316) untuk bubut (P-value 0. 891) penghargaan (Pvalue 0.277) untuk las untuk bubut (P-value 0.88) Berdasarkan hasil penelitian agar siswa SMK Muhammadiyah I Cileungi perlu di tingkatkan sikap disiplin dan membuat aturan yang lebih jelas pada penggunaan APD, dan dapat di sosiliasikan kepada seluh siswa.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15843/1/FIKES_KESMAS_1305017032_MUHAMAD%20KHAIRUL%20UMAM.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Pembuatan Sari Kacang Kedelai dengan Sari Jambu Biji Merah dan Asam Askorbat Sebagai Sumber Zat Besi untuk Remaja

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15842/

Pembuatan Sari Kacang Kedelai dengan Sari Jambu Biji Merah dan Asam Askorbat Sebagai Sumber Zat Besi untuk Remaja

Jamzani, Denny

Kacang Kedelai Adalah Tanaman Pangan Lokal Yang Pemanfaatanya Belum Optimal. Salah Satu Usaha Yang Dilakukan Adalaha Diversifikasi Produk Olahan Menjadi Sari Kacang Kedelai Dengan Sari Jambu Biji Merah. Tujuan Penelitian Ini Adalah Menghasilkan Sari Kacang Kedelai Dengan Sari Jambu Biji Merah Dan Asam Askorbat Sumber Zat Besi. Penelitian Ini Menggunakan Rancangan Percobaan Acak Lengkap Satu Variabel. Perbandingan Sari Kacang Kedelai Dan Sari Jambu Biji Merah Dilakukan Dengan Tiga Taraf (60:40, 70:30, Dan 80:20). Analisis Terhadap Sari Kacang Kedelai Dengan Sari Jambu Biji Merah Dan Asam Askorbat Meliputi Pengukuran Kadar Air, Kadar Abu, Karbohidrat, Protein, Lemak Dan Zat Besi. Penentuan Sari Kacang Kedelai Dengan Sari Jambu Biji Merah Dan Asam Askorbat Terbaik Menggunakan Uji Hedonik Dengan Panelis Agak Terlatih. Data Hasil Ditabulasikan Dan Diolah Menggunakan Uji Analisis Varian Satu Arah Atau (One Way ANOVA). Bila Berpengaruh Nyata (Α<0.05) Dilanjutkan Dengan Uji Duncan. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Penambahan Air Dalam Pembuatan Sari Kacang Kedelai Terbaik Yaitu 500ml/100 Gram Kacang Kedelai Dan Penambahan Air Dalam Pembuatan Sari Jambu Biji Merah Terbaik Yaitu 250ml/100 Gram Jambu Biji Merah. Hasil Uji Sidik Ragam Penambahan Sari Jambu Biji Merah Dapat Memberikan Pengaruh Nyata Terhadap Mutu Aroma, Mutu Rasa, Mutu Kekentalan Dan Mutu Warna Sari Kedelai. Hasil Uji Sidik Ragam Untuk Uji Hedonik Penambahan Sari Kelapa Sawit Memberikan Pengaruh Nyata Terhadap Kesukaan Aroma, Rasa, Kekentalan Dan Warna Sari Kdelai. Formula Terbaik Adalah Sari Kedelai Dengan Formula 3 (80:20) Yang Memiliki Nilai Rata-Rata Uji Hedonik Dan Mutu Hedonik Tertinggi Yaitu 3,14. Sari Kedelai Terbaik Dengan Takaran Saji 100 Ml Memiliki Kandungan Energy 125,3 Kkal, Lemak 2,14 Gram, Protein 3,76 Gram, Karbohidrat 22,75 Gram Dan Zat Besi 1,85 Mg Per Takaran Saji. Analisis Biaya Sari Kedelai Pertakaran Saji 100 Gram Seharga Rp 458,3 Atau Bila Dibulatkan Rp 500. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15842/1/FIKES_GIZI_%201405025024_%20DENNY%20JAMZANI.pdf Unduh!

Categories
Repo

Peran Pendidik Sebaya Terhadap Pengetahuan Dan Praktik Potong Kuku Dan Cuci Tangan Pakai Sabun Di Madrasah Ibtidaiyah Zahrotul Athfal Jakarta Barat Tahun 2017

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15841/

Peran Pendidik Sebaya Terhadap Pengetahuan Dan Praktik Potong Kuku Dan Cuci Tangan Pakai Sabun Di Madrasah Ibtidaiyah Zahrotul Athfal Jakarta Barat Tahun 2017

Kardilah, Siti

Pendidikan sebaya dapat memberikan tekanan atau pengaruh terhadap perilaku sehat dan lebih praktis dibandingkan dengan pengajaran yang diterangkan dalam kurikulum kesehatan. Penyuluhan potong kuku dan cuci tangan pakai sabun oleh pendidik sebaya memegang peranan penting di Sekolah terutama untuk meningkatkan kesadaran anak dalam menjaga kebersihan kuku dan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pendidik sebaya terhadap praktik potong kuku dan cuci tangan pakai sabun di Madrasah Ibtidaiyah Zahrotul Athfal Jakarta Barat Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-eksperimental dan jenis rancangan penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pelajar yang duduk di kelas V yang berjumlah 35 anak. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V sebanyak 35 responden dengan teknik sampling jenuh. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan 29 siswa sebagai responden dan 5 siswa sebagai pendidik sebaya. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat (Uji T. Test (Paired sample t. test), dan Uji Wilcoxon Match Pairs Test). Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan skor pengetahuan potong kuku dan cuci tangan pakai sabun yaitu, rata-rata skor pengetahuan sebelum diberikan informasi oleh pendidik sebaya (pretest) sebesar 6,69 naik menjadi 8,55 setelah diberikan informasi oleh pendidik sebaya (posttest) dengan nilai signifikan diperoleh (Pvalue 0,000) dan terjadi peningkatan skor praktik potong kuku dan cuci tangan pakai sabun yaitu, rata-rata skor praktik pada saat pretest 17,45 naik menjadi 18,66 pada saat posttest dengan nilai signifikan diperoleh (Pvalue 0,043). Saran pada penelitian ini adalah hendaknya pihak sekolah dan petugas kesehatan setempat mengaktifkan program UKS dalam upaya promotif dan preventif berupa pemberian informasi tentang kebersihan kuku dan kebiasaan cuci tangan dan pemeriksaan umum kesehatan secara rutin.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15841/1/FIKES_KESMAS_1305015171_SITI%20KARDILAH.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Perbedaan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pemberian ASI Sebelum dan Sesudah Intervensi oleh AIMI pada Ibu di Desa Tonjong, Kecamatan Tajur Halang

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15840/

Perbedaan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pemberian ASI Sebelum dan Sesudah Intervensi oleh AIMI pada Ibu di Desa Tonjong, Kecamatan Tajur Halang

Rosmiyati, Cucu

Tingkat menyusui eksklusif di Indonesia masih rendah. Perhitungan persentase ASI yang terbaru berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, keberhasilan pemberian ASI eksklusif hanya sebesar 54,3%. Berdasarkan profil kesehatan Indonesia tahun 2015 sebesar 55,7%, sedangkan Jawa Barat berada di bawah angka nasional yaitu 35,3%. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap gizi ibu rendah merupakan penyebab rendahnya praktik pemberian ASI eksklusif. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap dan perilaku pemberian ASI eksklusif sebelum dan sesudah intervensi dari komunitas Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) yaitu dengan sosialisASI menyusui. Sampel adalah 38 ibu yang memiliki bayi usia <6 bulan di Desa Tonjong Kecamatan Tajur Halang, Bogor, Jawa Barat yang dipilih dengan metode Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pre-eksperimental dengan one group pre-post test design. Kegiatan intervensi dilakukan dengan media berupa materi yang dibuat dengan powerpoint. Analisis data yang digunakan adalah Paired Sample T-Test dan Wilcoxon untuk melihat perbedaan antara sebelum dan sesudah intervensi antara variabel pengetahuan, sikap dan perilaku. Hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan rerata pengetahuan, sikap dan perilaku ibu sebelum dan sesudah intervensi (p-value <0.05) http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15840/1/FIKES_GIZI_%201405025023_%20CUCU%20ROSMIYATI.pdf Unduh!