Categories
Repo

Pengaruh Risiko Pembiayaan Murabahah dan Musyarakah Terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15804/

Pengaruh Risiko Pembiayaan Murabahah dan Musyarakah Terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah

Rivai, Afif

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh risiko pembiayaan murabahah dan pengaruh risko pembiayaan musyarakah terhadap profitabilitas bank umum syariah tahun 2010 sampai dengan tahun 2015.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplanasi, yaitu untuk mengetahui atau menjelaskan pengaruh antara variabel satu terhadap variabel lain. Variabel yang diteliti adalah variabel x yaitu risiko pembiayaan murabahah dan risiko pembiayaan musyarakah, sedangkan variabel y adalah profitabilitas. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah bank umum syariah. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan kriteria, diperoleh 5 (lima) bank umum syariah yang menjadi sampel penelitian ini. Penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu memperoleh data berupa Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba/Rugi, dan Catatan Atas Laporan Keuangan dari website bank umum syariah yang menjadi sampel penelitan.
Hasil dari pengolahan data menggunakan SPSS versi 21 dan diperoleh persamaan regresi berganda Y = 1,241 – 0,255X1 + 0,105X2 yang telah diuji kelayakan asumsi normalitas terdistribusi normal serta tidak terjadi heteroskedastisitas, tidak terjadi multikolinearitas dan tidak terjadi autokorelasi baik positif maupun negatif, maka model regresi BLUE (Best Linear Unbiased Estimator).
Hasil pengujian menunjukkan bahwa risiko pembiayaan murabahah berpengaruh negatif dengan nilai thitung sebesar 3,057 dan nilai ttabel 1,703 (3,057 >1,703) dengan signifikansi 0,005 <0,05. Variabel risiko pembiayaan musyarakah berpengaruh poitif dengan nilai thitung sebesar 3,258 dan nilai ttabel 1,703 (3,258 > 1,703) dengan signifikansi 0,003 < 0,05. Berdasarkan hasil uji F menunjukkan bahwa secara simultan (bersama-sama) kedua variabel independen tersebut yaitu risiko pembiayaan murabahah dan risiko pembiayaan musyarakah berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas dengan nilai Fhitung sebesar 8,866 dan nilai Ftabel sebesar 3,35 (8,866 > 3,35) dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001 < 0,05. Sedangkan, berdasarkan analisis Adjusted R Square menunjukkan bahwa pengaruh antara yaitu risiko pembiayaan murabahah dan risiko pembiayaan musyarakah terhadap profitabilitas, yaitu sebesar 35,2% dan sisanya sebesar 64,8% dipengaruhi variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model regresi seperti pembiayaan mudharabah, ijarah, istishna, qardh, dan salam. Dari hasil penelitian ini disarankan kepada bank umum syariah sebaiknya melakukan peningkatan kualitas pengelolaan pembiayaan dengan melakukakan monitoring yang lebih kuat terhadap pembiayaan-pembiayaan yang diberikan sehingga bisa menurunkan non performing financing dan meningkatkan profitabiilitas. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15804/1/FEB_AKT_1202025006_AFIF%20RIVAI.pdf Unduh!

Categories
Repo

Model Kesantunan Berbahasa Siswa Tionghoa di Sekolah Pah Tsung Jakarta (Kajian Etnografi Komunikasi).

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15800/

Model Kesantunan Berbahasa Siswa Tionghoa di Sekolah Pah Tsung Jakarta (Kajian Etnografi Komunikasi).

Saputro, Muhammad Yusuf

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara mendalam tentang model kesantunan berbahasa siswa Tionghoa di Sekolah Pah Tsung Jakarta, dengan melihat model kesantunan berbahasa yang dipergunakan siswa Tionghoa dalam bertutur. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode etnografi komunikasi. Peneliti mengumpulkan data penelitian dengan metode pengumpulan data kepustakaan/dokumentasi, rekam, wawancara, observasi langsung, dan FGD dengan pakar bahasa dan kesantunan berbahasa. Pengolahan data menggunakan metode analisis, tabel analisis. Data penelitian ini berupa tuturan siswa dan guru baik secara lisan maupun tulisan. Pada tuturan tersebut, diperoleh hasil penerapan sepuluh kesantunan Leech (2014), yaitu generosity maxim 5,3%, tact maxim 12,4%, approbation maxim 6,2%, modesty maxim 0,9%, obligation S to O maxim 18,6%, obligation O to S maxim 8,8%, agreement maxim 19,5%, opinion reticence maxim 20,4%, sympathy maxim 5,3%, dan feeling reticence maxim 2,7%. Berdasarkan hasil tersebut model kesantunan berbahasa siswa Tionghoa di Sekolah Pah Tsung didominasi oleh opinion reticence maxim, agreement maxim, dan obligation S to O maxim. Petanda gramatikal yang digunakan dalam petuturan pun memiliki karakteristik yang khas pada setiap maksimnya. Hasil penelitian dapat diimplikasikan pada pembelajaran bahasa khususnya pada pemilihan diksi dalam keterampilan menulis dan berbicara. Dapat pula diimplikasikan dalam pembelajaran sastra khususnya menulis drama dan prosa. Pada percakapan-percakapan antartokoh dalam teks sastra tersebut dapat dimasukkan maksim-maksim kesantunan berbahasa yang dapat membentuk karakter siswa.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15800/1/SPS_INDONESIA_1809057080_MUHAMMAD%20YUSUF%20SAPUTRO.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Peningkatan kemampuan membaca cepat dan memahami isi bacaan dengan metode skimming dan scanning pada siswa kelas V SDN Wanasari 12 Cibitung

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15802/

Peningkatan kemampuan membaca cepat dan memahami isi
bacaan dengan metode skimming dan scanning pada siswa kelas V SDN Wanasari 12 Cibitung

Juariah, Juariah

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui peningkatan kemampuan membaca cepat dan memahami isi bacaan siswa kelas V SDN Wanasari 12 Cibitung dengan teknik skimming dan scanning. Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah Teknik skimming dan scanning dapat meningkatkan
kemampuan membaca cepat dan memahami isi bacaan siswa kelas V SDN Wanasari 12 Cibitung. Teknik skimming dan scanning dapat meningkatkan kemampuan memahami isi bacaan siswa kelas V SDN Wanasari 12 Cibitung. Populasi penelitian ini adalah 42 siswa kelas V SDN Wanasari 12 Cibitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian TindakanKelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan
(observasi), dan refleksi. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, tes dan wawancara. Lembar observasi digunakan untuk mengetahui aktivitas pembelajaran siswa. Sedangkan tes dilakukan setiap akhir siklus untuk mengetahui peningkatan kemampuan membaca cepat dan memahami isi bacaan dengan teknik skimming dan scanning. Dilihat dari persentase Tingkat kemampuan membaca mengalami peningkatan mulai dari siklus I sampai siklus II. Dari siklus I sebesar 45,23 % dan menglami peningkatan pada siklus II sebesar 100 % . peningkatan juga terlihat dari hasil tes kemampuan memahami isi bacaan dengan metode Skimming dan Scanning mulai dari siklus I sampai siklus II. Dari siklus I sebesar 50 % dan menglami peningkatan pada siklus II menjadi 100%. Dengan demikian di siklus II siswa dapat mencapai indikator ketercapaian kemampuan membaca cepat dan memahami isi bacaan dengan metode Skimming dan Scanning. Kemampuan siswa dalam membaca cepat dan memahami isi bacaan dengan metode Skimming dan Scanning juga meningkat. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran keterampilan membaca cepat dapat ditingkatkan melalui teknik
skimming dan Scanning. Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran dengan teknik skimming dan scanning ditentukan oleh peranan guru sebagai stimulator. Apalagi penelitian sempat terbentur dengan adanya Pandemi Covid- 19. Prinsip ini mengandung makna bahwa keberadaaan Pembelajaran dengan teknik skimming dan scanning ini akan menjadi sebuah metode pembelajaran yang baik untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat dan memahami isi bacaan jika guru dapat mendorong semua pengetahuan awal yang dimiliki siswa dan
mengembangkannya.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15802/1/SPS_INDONESIA_1809057065_JUARIAH.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Hubungan Karakteristik, Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Pencegahan Dengan Kejadian Skabies Pada Santri di Pondok Pesantren Modern Subulussalam Kandanggede Kabupaten Tangerang Tahun 2017

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15821/

Hubungan Karakteristik, Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Pencegahan Dengan Kejadian Skabies Pada Santri di Pondok Pesantren Modern Subulussalam Kandanggede Kabupaten Tangerang Tahun 2017

Fauziah, Ratu Syifa

Skabies merupakan penyakit menular yang dapat menyebar dengan cepat pada suatu komunitas yang tinggal bersama dalam jangka waktu yang relatif lama seperti pada pondok pesantren, panti asuhan, panti jompo, atau lembaga pemasyarakatan lainnya. Pengetahuan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat terutama kebersihan perseorangan di pondok pesantren pada umumnya kurang baik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah santri di Pondok Pesantren Modern Subulussalam Kabupaten Tangerang, berjumlah 106 santri. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh santri di Pondok Pesantren Modern Subulussalam Kabupaten Tangerang, berjulah 106 santri. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah sampel jenuh. Penelitian ini menggunakan data primer yang diambil memalui kuesioner dan wawancara kepada responden. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil univariat pada penelitian ini santri yang mengalami skabies (17,0%), santri perempuan (50,9%), tingkat pendidikan SMP/MTs (67,0%), pengetahuan rendah (95%), sikap negatif (92%), dan perilaku kurang baik (91%). Hasil uji bivariat
menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel perilaku pencegahan dan kejadian skabies (Pvalue 0,064). Tidak terdapat hubungan yang disignifikan pada variabel jenis kelamin (Pvalue 0,124), tingkat pendidikan (Pvalue 1,000), pengetahuan (Pvalue 1,000), dan sikap (Pvalue 1,000). Saran pada penelitan adalah hendaknya seluruh santri dan pihak pengurus melakukan dan meningkatkan upaya promotif, preventif, dan kuratif dalam pemberian informasi tentang kebersihan diri, pemeriksaan kesehatan, pencegahan penyakit menular khusunya penyakit skabies, dan pengobatan penyakit.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15821/1/FIKES_KESMAS_1305015130_RATU%20SYIFA%20FAUZIAH.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Potensi Limbah Ikan dengan Campuran Sludge dari Kotoran Sapi sebagai Substrat Tambahan Biogas

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15817/

Potensi Limbah Ikan dengan Campuran Sludge dari Kotoran Sapi sebagai Substrat Tambahan Biogas

Tias, Putri Pangesti Siamining

Kegiatan pengolahan ikan selalu menghasilkan limbah karena yang diambil umumnya hanya dagingnya saja, sementara kepala, jeroan (isi perut), duri dan kulitnya dibuang begitu saja. Permasalahan ini tidak hanya berdampak bagi lingkungan namun juga akan berdampak langsung pada kesehatan manusia itu sendiri. Untuk itu perlu dirancang suatu upaya untuk meminimalisir permasalahan sampah dengan waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi, salah satunya yaitu dengan biogas. Limbah ikan kaya akan lemak dan dapat berfungsi sebagai substrat.
Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian (ekperimen) yaitu dengan mencampurkan limbah ikan dan sludge kotoran sapi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi dari limbah ikan dengan campuran sludge dari kotoran sapi sebagai substrat tambahan biogas dengan komposisi yang berbeda pada tiap fermentornya (A perbandingan limbah ikan dan sludge kotoran
sapi 30:70, B 50:50 dan C 70:30). Fermentasi dilakukan selama 21 hari dan dilakukan pengukuran parameter fermentasi yaitu rasio C/N, suhu, dan pH, serta produksi gas metana. Hasil yang didapat ialah rasio C/N limbah ikan 9 dan sludge kotoran sapi 21; pH berkisar 6,34-8,16; produksi gas metana pada fermentor A hari ke-7 menghasilkan gas sebesar 4,40%, hari ke-14 sebesar 10,38%, hari ke-21 sebesar 21,94%, pada fermentor B hari ke-7 menghasilkan 4,32%, hari ke-14 sebesar 5,32%, hari ke-21 sebesar 12,65%, pada fermentor C pada hari ke-7 menghasilkan 1,49%, hari ke-14 sebesar 2,83% dan hari ke-21 sebesar 12,59%. Hasil menunjukkan bahwa fermentor A dengan perbandingan (30:70) memiliki potensi lebih baik untuk dijadikan sebagai bahan campuran dalam produksi biogas.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15817/1/FIKES_KESMAS_1305015121_PUTRI%20PANGESTI%20S.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Konstruksi Di PT Wijaya Karya Realty Tamansari Hive Office Jakarta Tahun 2016

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15822/

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Konstruksi Di PT Wijaya Karya Realty Tamansari Hive Office Jakarta Tahun 2016

Selviamelia, Deby

Kecelakaan Kerja disebabkan oleh dua penyebab utama yaitu unsafe action (factor manusia) dan unsafe condition (faktor lingkungan). Faktor manusia mempengaruhi tinggi seperti kelelahan kerja. Kelelahan kerja adalah kondisi menurunnya efisiensi dan ketahanan kerja yang dapat menurunkan kinerja fisik dan produktivitas kerja. Dari studi pendahuluan yang dilakukan diketahui bahwa sekitar 53,85 % pekerja mengalami kelelahan yang mengakibatkan kecelakaan kerja sekitar 22,6 % di tahun 2015. Untuk itu, permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan, pengukuran kelelahan dan cara mengatasi kelelahan. Dalam penelitian ini metodologi yang digunakan adalah dengan pendekatan kuantitatif analitik non eksperimen. Penentuan informan dari teknik aksidental sampling, pengumpulan data dengan kuisioner yang mengacu pada IFRC (International Fatigue Research Committee). Teknik analisis data dengan pengujian chi square.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15822/1/FIKES_KESMAS_120505020_DEBY%20SELVIAMELIA.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Hubungan Pengkondisian Kasih Sayang Bersyarat Orang Tua Dengan Resiliensi Pada Remaja

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15791/

Hubungan Pengkondisian Kasih Sayang Bersyarat Orang Tua Dengan Resiliensi Pada Remaja

Huwaidah, Itsnaini Masyhuroh

Remaja akan dapat mengatasi tekanan dan kesulitan yang terjadi dalam kehidupan sehari-harinya dalam masa perkembangannya dengan baik jika anak memiliki kemampuan resiliensi atau ketahanan yang baik. Penelitian ini berfokus kepada fase anak usia remaja, di mana fase peralihan atau transisi dari masa anak-anak menuju dewasa dengan adanya interaksi antara faktor-faktor biologis, genetik, lingkungan dan sosial biasa disebut dengan fase remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan negative antara kedua variabel, yaitu pengkondisian kasih sayang bersyarat orang tua dan resiliensi pada remaja. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 263 mahasiswa aktif yang terdiri dari 193 perempuan dan 70 laki-laki. Non probabilitas sampling merupakan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini. Skala yang digunakan untuk mengukur pengkondisian kasih sayang bersyarat orang tua adalah Parental Conditional Positive Regard Scale (PCPRS; Assor, et al. 2012). Sedangkan skala yang digunakan untuk mengukur Resiliensi adalah Adolescent Resilience Scale (ARS; Oshio, et al. 2002). Teknik analisa data menggunakan hipotesis uji korelasi pearson product moment melalui program aplikasi SPSS 26.0 for windows. Berdasarkan hasil statistik yang dilakukan antara PCPR dan Resiliensi ini memiliki nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,452; p = 0,003 (p<0,05). Hal ini memiliki arti bahwa PCPR dengan Resiliensi memiliki korelasi negative yang signifikan. Dengan demikian penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negative yang signifikan antara pengkondisian kasih sayang bersyarat orang tua dengan resiliensi pada remaja. Sesuai dengan implikasinya bahwa semakin tinggi anak mendapatkan PCPR maka akan semakin rendah tingkat resiliensinya. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15791/1/FPSI_PSIKOLOGI_1708015107_ITSNAINI%20MASYHUROH%20HUWAIDAH.pdf Unduh!

Categories
Repo

Faktor-Faktor Yang berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Di Wilayah Program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH) Puskesmas Kelurahan Utan Kayu Utara Jakarta Timur Tahun 2017.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15788/

Faktor-Faktor Yang berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Di Wilayah Program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH) Puskesmas Kelurahan Utan Kayu Utara Jakarta Timur Tahun 2017.

Syahputra, Muhammad Dwi

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan upaya pemeliharaan kesehatan bagi diri sendiri dan keluarga. Beberapa penelitian menunjukkan tingkat PHBS di Indonesia masih rendah, terutama di daerah kumuh. Penilitian ini bertujuan untuk Mengetahui Gambaran faktor faktor yang berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di wilayah program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH) Puskesmas Kelurahan Utan kayu Utara Jakarta Timur.Desain penelitian adalah kuantitatif Deskriptif dengan metode cross sectional. Sampel adalah 113 keluarga yang dipilih dengan teknik kluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan 59,3% responden berperilaku baik dan 40,7% berperilaku tidak baik di puskesmas kelurahan utan kayu utara. Penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (Pvalue : 0.000),sikap (Pvalue : 0.002) terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) (p<0.05, α=0.05). Penelitian ini dapat menjadi masukan dalam menyusun program yang berkaitan dengan Perilaku hidup bersih dan sehat dengan mengedepankan upaya preventif dan promotif. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15788/1/FIKES_KESMAS_1305015095_MUHAMMAD%20DWI%20SYAHPUTRA.pdf Unduh!

Categories
Repo

Hubungan Asupan Natrium dan Kalium, Status Gizi, serta Aktivitas Fisik dengan Tekanan Darah pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15782/

Hubungan Asupan Natrium dan Kalium, Status Gizi, serta Aktivitas Fisik dengan Tekanan Darah pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan

Pangestu, Ade Dwi

Pasien diabetes memiliki risiko 1,5 hingga 3 kali lebih tinggi terkena hipertensi dibandingkan dengan non-diabetes. Proporsi hipertensi di Indonesia pada penderita yang mengalami DM adalah sebesar 51,8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan natrium dan kalium, status gizi dan aktivitas fisik dengan kejadian tekanan darah pada Pasien DM di Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan sampel berjumlah 99 pasien yang didapat dari metode purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2019. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pasien berusia 57 tahun, berjenis kelamin perempuan, dan telah menderita diabetes selama 5 tahun. Rata-rata asupan natrium sebesar 2401 mg sedangkan rata-rata asupan kalium sebesar 1460 mg. Proporsi pasien diabetes di Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan yang memiliki tekanan darah tinggi sebesar 83,8%. Sebanyak 78,8% pasien memiliki obesitas sentral. Sebanyak 75,8% tergolong ke dalam kategori aktivitas fisik yang rendah. Berdasarkan uji chi-square terdapat hubungan yang signifikan (p value = 0,000) antara asupan natrium, status gizi, dan aktivitas fisik dengan tekanan darah sistolik. Terdapat hubungan yang bermakna dengan (p value = 0.000, 0,023, dan 0,000) antara antara asupan natrium, status gizi, dan aktivitas fisik dengan tekanan darah diastolik. Tidak adanya hubungan yang bermakna antara asupan kalium dengan tekanan darah sistolik dan diastolik dengan p value masing-masing sebesar 0,569 dan 0,281.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15782/1/FIKES_GIZI_1505025002_ADE%20DWI%20PANGESTU.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Gambaran Sanitasi Sekolah SMP Negeri (SMPN) dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTS N) di Kelurahan Pela Mampang Tahun 2018

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15787/

Gambaran Sanitasi Sekolah SMP Negeri (SMPN) dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTS N) di Kelurahan Pela Mampang Tahun 2018

Riyantara, Respati

Sanitasi Adalah Upaya Kesehatan Dengan Cara Melindungi Dan Memelihara Lingkungan Dari Subjeknya. Sekolah Merupakan Tempat Berkumpulnya Warga Sekolah Untuk Suatu Kegiatan Atau Aktivitas Tertentu. Banyaknya Kegiatan Yang Dilakukan Membuat Ancaman Penularan Penyakit Apabila Kebersihan Sekolah Tidak Dikelola Dengan Baik. Selain Itu Perbedaan Pengelolaan Kebersihan Sekolah Negeri Dengan Madrasah Masih Belum Diketahui Secara Detail. Berdasarkan Uraian Diatas Penelitian Ini Dilakukan Untuk Mengetahui Gambaran Kondisi Sanitasi Sekolah Antara SMP Negeri Dengan Mts Negeri Di Kelurahan Pela Mampang Tahun 2018. Komponen Yang Dilihat Adalah Lokasi, Bangunan, Ruangan, Fasilitas Sanitasi, Dan Halaman. Dalam Penelitian Ini, Metodologi Yang Digunakan Adalah Kualitatif Dengan Teknik Pengumpulan Data Dari Observasi Dan Wawancara Mendalam. Informan Penelitian Berjumlah 12 Orang Berdasarkan Teknik Purposive Sampling, Yaitu Kepala Sekolah / Wakil, TU, Guru, Petugas Kebersihan Dan Siswa. Hasil Penelitian Menunjukan Bahwa Hanya Mts Negeri 1 Yang Bebas Dari Kerawanan Banjir, Namun Masih Terdapat Genangan Saat Hujan Deras, SMP Negeri 141 Mengalami Kebebasan Dari Banjir Saat 2 Tahun Terakhir Ini. Pada Kondisi Banggunan Kedua Sekolah Belum Memenuhi Ketentuan Permenkes Nomor 1429 Tahun 2006. Pada Ruang Kelas Hanya SMPN Negeri 141 Yang Memiliki Kriteria Ruangan Kelas Yang Ditentukan. Pada Ruang UKS Kedua Sekolah Belum Memenuhi Ketentuan Permenkes Nomor 1429 Tahun 2006. Pada Ruang Kantin Kedua Sekolah Belum Memenuhi Ketentuan Permenkes Nomor 1429 Tahun 2006. Pada Sarana Air Bersih Yang Memenuhi Syarat Secara Fisik Adalah Mts Negeri 1. Pada Proporsi Toilet Maupun Keadaan Kebersihan Toilet Kedua Sekolah Belum Memenuhi Ketentuan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 Dan Permenkes Nomor 1429 Tahun 2006 Dan Kurangnya Fasilitas Sanitasi Pada Toilet. Pada CTPS Yang Tersedia Yang Memenuhi Ketentuan Permenkes Nomor 3 Tahun 2014 Adalah SMP Negeri 141 Dengan Ketersediaan Air Bersih, Bak Penampungan Limbah Dan Sabun. Pada Sarana Pembuangan Sampah Kedua Sekolah Belum Memenuhi Syarat Ketentuan Jarak Berdasarkan Permenkes Nomor 1429 Tahun 2006. Pada Saluran SPAL Yang Memenuhi Ketentuan Permenkes Nomor 1429 Tahun 2006 Adalah SMP Negeri 141 Dengan Saluran Yang Lancar Dan Tertutup. Pada Kondisi Halaman Kedua Sekolah Belum Memenuhi Ketentuan Yang Ada Secara Keseluruhan. Pada Kebebasan Jentik Nyamuk Kedua Sekolah Terbebas Dari Jentik Nyamuk Dan Menjalin Kerjasama Dengan Pihak Puskesmas.
Kondisi Sanitasi Sekolah Pada SMP N 141 Maupun Mts N 1 Belum Memenuhi Ketentuan Dengan Berbagai Permasalahan Pada Masing – Masing Sekolah. Pada Keadaan Dinding Dibutuhkannya Adanya Sosialisasi Kepada Siswa Agar Tidak Mencoret Tembok Serta Memperbaiki Keadaan Lantai Yang Rusak. Terkait Persyaratan Ruang Dilengkapi Dengan Sarana Yang Memadai. Selain Itu Ketersediaan Fasilitas Sanitasi Yang Dibutuhkan Pada Toilet Perlu Disediakannya Sabun Dan Tempat Sampah Yang Memadai.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15787/1/FIKES_GIZI_%201405015123_%20RESPATI%20RIYANTARA.pdf

Unduh!