Categories
Repo

Pengaruh Economy Value Added (EVA) dan Kebijakan Dividen terhadap Return Saham pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Food and Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16087/

Pengaruh Economy Value Added (EVA) dan Kebijakan Dividen terhadap Return Saham pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Food and Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Sitta, Amelia

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16087/1/FEB_MNJ_1502025025_AMELIA%20SITTA.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Pengaruh Inflasi dan Tingkat Suku Bunga terhadap Profitabilitas pada Bank Umum Syariah di Indonesia

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16080/

Pengaruh Inflasi dan Tingkat Suku Bunga terhadap Profitabilitas pada Bank Umum Syariah di Indonesia

Puspitasari, Adinda

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh inflasi, suku bunga terhadap profitabilitas pada bank umum syariah di Indonesia. Hasil analisis regresi linier berganda diperoleh Y = 9,125 + 3,284X1 – 3,423X2 + e. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa residual berdistribusi normal, tidak terjadi multikolineritas, tidak terjadi heteroskedastisitas, dan tidak terjadi autokolerasi sehingga dapat diinterpretasikan bahwa model regresi linier berganda.
Variabel inflasi berpengaruh signifikan dengan arah positif terhadap Return On Equity (ROE), hal tersebut dibuktikan dengan thitung = 2,965 > ttabel = 2,036 dengan nilai signifikansi sebesar 0,006 < 0,05. Variabel suku bunga berpengaruh signifikan dengan arah negatif terhadap variabel Return On Equity (ROE), hal tersebut dibuktikan dengan diperoleh thitung = 2,447 > ttabel = 2,036 dengan nilai signifikansi sebesar 0,020 < 0,05. Variabel inflasi dan suku bunga berpengaruh signifikan dengan arah terhadap Return On Equity (ROE), hal tersebut dibuktikan dengan Fhitung = 4,394 > Ftabel (2;32) = 3,29 dengan nilai probabilitas sebesar 0,021 < 0,05. Nilai adjusted R-square sebesar 0,166 artinya adalah 16,6% Return On Equity (ROE) dapat dijelaskan oleh variabel independen inflasi dan tingkat suku bunga dan sisanya sebesar 83,4% dapat dijelaskan oleh variabel lain. Untuk penelitian berikutnya diharapkan dapat menggunakan variabel independen dalam faktor intarnal dan eksternal perbankan dan menambah jumlah sampel agar diperoleh hasil yang lebih komprehensif. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16080/1/FEB_MNJ_1502025008_ADINDA%20PUSPITASARI.pdf Unduh!

Categories
Repo

Pengaruh Kepuasan Kerja dan Stres Kerja terhadap Turnover Intention pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Jakarta Sudirman 1

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16074/

Pengaruh Kepuasan Kerja dan Stres Kerja terhadap Turnover Intention pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Jakarta Sudirman 1

Firmansyah, Firmansyah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja dan stres kerja terhadap turnover intention pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Kantor Cabang Jakarta Sudirman 1. Dalam penelitian ini digunakan metode kuantitatif. Variabel yang diteliti adalah variabel yang diteliti adalah kepuasan kerja dan stres kerja sebagai variabel independen dan variable turnover intention sebagai variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Jakarta Sudirman 1, dengan jumlah populasi 166. Teknik pemilihan sampel dilakukan dengan rumus slovin, sehingga diperoleh sampel berjumlah 117 orang sebagai responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukurannya menggunakan skala likert. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, regresi linear berganda, uji asumsi klasik, dengan menggunakan uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi, pengujian hipotesis uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), analisis koefisien korelasi parsial dan koefisien korelasi berganda. Hasil penelitian dengan menunjukan bahwa secara parsial kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap turnover intention hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan menggunakan SPSS 22.0 dengan nilai thitung > ttabel (22,462 > 1,980). Untuk variabel stres kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention karena thitung > ttabel (28,676 > 1,980). Sedangkan secara simultan variabel kepuasan kerja dan stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention dengan nilai nilai Ftabel (1373,960 > 3,07).

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16074/1/_FEB_MNJ_1602029010_Firmansyah.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Studi Pembuatan Minuman Jeli Rosella Ungu (Hibiscus Sabdariffa) Sebagai Minuman Fungsional

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16054/

Studi Pembuatan Minuman Jeli Rosella Ungu (Hibiscus Sabdariffa) Sebagai Minuman Fungsional

Utomo, Reza Putra

Rosella Adalah Tanaman Bunga Yang Digunakan Untuk Kesehatan Yang Pemanfaatannya Masih Belum Optimal. Rosella Ungu Kaya Akan Kandungan Antosianin Dibandingkan Bunga Rosella Lainnya. Kandungan Antosianin Bunga Rosella Mencapai 70,78 Mg/Kg. Antosianin Adalah Senyawa Flavonoid Yang Berguna Untuk Beberapa Penyakit. Salah Satu Usaha Yang Dilakukan Dengan Diversifikasi Produk Olahan Minuman. Tujuan Penelitian Ini Adalah Menghasilkan Minuman Jeli Rosella Ungu Sebagai Minuman Yang Baik Untuk Kesehatan. Penelitian Ini Menggunakan Rancangan Percobaan Acak Lengkap Dengan 2 Kali Pengulangan. Perbandingan Ekstrak Rosella Dengan Air Yaitu F1 (2%), F2 (2,5%) Dan F3 (3%). Analisis Terhadap Minuman Jeli Rosella Ungu Meliputi Pengukuran Kadar Air, Kadar Abu, Karbohidrat, Protein, Lemak Dan Antosianin. Penentuan Minuman Jeli Rosella Ungu Terbaik Menggunakan Uji Hedonik Dengan Panelis Cukup Terlatih. Analisis Data Menggunakan Uji Anova , Bila P-Value <0,05 Dilanjutkan Dengan Uji Duncan Multiple Range Test. Hasil Uji Sidik Ragam Untuk Uji Mutu Hedonik Dan Hedonik Penggunaan Ekstrak Rosella Ungu Memiliki Perbedaan Bermakna Terhadap Daya Hisap, Rasa, Warna Dan Aroma. Formula Terbaik Minuman Jeli Rosella Ungu Adalah Formula 3 (3%) Dengan Takaran Saji 200 Ml Memiliki Kadar Antosianin 166,18 Mg/Kg Per Takaran Saji. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16054/1/FIKES_GIZI_%201405025085_%20REZA%20PUTRA%20UTOMO.pdf Unduh!

Categories
Repo

Pengaruh Kompetensi, Pelayanan Prima dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan pada Aston Rasuna Hotel Jakarta

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16055/

Pengaruh Kompetensi, Pelayanan Prima dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan pada Aston Rasuna Hotel Jakarta

Ismail, Yogo

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara Kompetensi, Pelayanan Prima dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan.
Dalam penelitian ini digunakan metode survei. Variabel yang digunakan yaitu Kompetensi, Pelayanan Prima dan Budaya Organisasi sebagai variabel independen dan variabel Kinerja Karyawan sebagai variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Aston Rasuna Hotel Jakarta, yang berjumlah 67 orang. Teknik dalam pemilihan sampel dilakukan dengan sampel jenuh, sehingga seluruh populasi dalam penelitian ini dijadikan sampel yang berjumlah 67 orang sebagai responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukurannya menggunakan skala likert. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, regresi linier berganda, uji asumsi klasik, dengan menggunakan uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi, pengujian hipotesis uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), analisis koefisien korelasi parsial dan koefisien korelasi berganda.
Hasil Analisis Statistik Deskriptif yaitu variabel Kinerja Karyawan (Y) mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar 60,69 dengan standar deviasi sebesar 4,710. Variabel Kompetensi (X1) mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar 45,90 dengan standar deviasi sebesar 4,440. Variabel Pelayanan Prima (X2) mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar 49,41 dengan standar deviasi sebesar 5,496.Variabel Budaya Organisasi (X3) mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar 55,92 dengan standar deviasi sebesar 7,086.
Hasil model regresi linier berganda yang diperoleh yaitu Y = 0,883 + 0,357X1 + 0,340X2 + 0,141X3. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan residual berdistribusi normal, tidak terjadi heteroskedastisitas, tidak ada autokorelasi dan tidak terjadi masalah multikolinearitas, sehingga dapat diinterpretasikan model regresi mempunyai sifat BLUE (Best Linier Unbiased Estimator).
Nilai Adjusted R2 sebesar 0,665 artinya variabel independen Kompetensi, Pelayanan Prima dan Budaya Organisasi mampu mempengaruhi variabel dependen Kinerja Karyawan sebesar 66,5% sedangkan sisanya 33,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
Hasil uji F menunjukkan nilai F hitung sebesar 39,374 > F 0.05 (3;55) = 2,77, maka dapat diinterpretasikan bahwa Kompetensi, Pelayanan Prima dan Budaya Organisasi secara simultan (bersama-sama) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Hasil uji statistik t yaitu variabel Kompetensi (X1) menunjukkan t hitung sebesar 4,820 > 2,004, maka Kompetensi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Selanjutnya nilai t hitung dari variabel Pelayanan Prima (X2) menunjukkan nilai t hitung sebesar 5,371 > 2,004, maka Pelayanan Prima secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Serta nilai t hitung dari variabel Budaya Organisasi (X3) menunjukkan nilai sebesar 2,136 > 2,004, maka Budaya Organisasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan.
Nilai koefisien korelasi parsial variabel Kompetensi (X1) dengan Kinerja Karyawan sebesar 0,602 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat dikatakan terdapat hubungan Positif, Kuat dan Signifikan. Nilai koefisien korelasi parsial variabel Pelayanan Prima (X2) dengan variabel Kinerja Karyawan sebesar 0,622 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat dikatakan terdapat hubungan Positif, Kuat dan Signifikan. Nilai koefisien korelasi parsial variabel Budaya Organisasi (X3) dengan variabel Kinerja Karyawansebesar 0,643 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat dikatakan terdapat hubungan Positif, Kuat dan Signifikan. Analisis koefisen korelasi berganda diketahui bahwa nilai (R) = 0,826 berarti ketiga variabel yaitu Kompetensi, Pelayanan Prima dan Budaya Organisasi secara bersama-sama mempunyai tingkat hubungan yang Sangat Kuat (berada pada interval 0,80 - 1,000) dan Positif terhadap Kinerja Karyawan. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16055/1/FEB_MNJ_1302015205_YOGO%20ISMAIL.pdf Unduh!

Categories
Repo

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Pranikah Remaja Di SMK YAPAN Indonesia Kota Depok Tahun 2014

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16056/

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Pranikah Remaja Di SMK YAPAN Indonesia Kota Depok Tahun 2014

Sunarya, Riry Rachma Putri

Isu seksualitas yang tabu untuk dibicarakan menjadikan remaja cenderung mencoba-coba sehingga remaja beresiko pada perilaku seks yang beresiko dan berdampak pada kehamilan tidak diinginkan, married by accident, infeksi menular seksual, HIV dan AIDS serta masih banyak lagi. Penelitian ini dilakukan untukmengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada remaja di SMK YAPAN Indonesia Kota Depok Tahun 2014. Penelitian dilakukan dengan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan pada bulan oktober 2014 dengan responden sebanyak 189 responden. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan chi square. Dari hasil penelitian sebanyak (96,3%) responden berprilaku beresiko. Hasil uji Univariat yang didapa tmenurut perilaku beresiko dari pengetahuaan tinggi (61,3%), sikap positif (50,3%), yang memeiliki peluang tidak beresiko (68,8%), relasi lawan jenis yang tidak memiliki pasangan (58,2%), yang sedikit mendapatkan sumber informasi (62,4%), yang sedikit mengakses media pornografi (84,7%), dukungan teman yang tidak mendukung (86,2%), dukungan yang mendukung dari orang tua (83,1%). Hasil uji bivariate menyatakan bahwa variabel (Pvalue0,031), relasi lawan jenis (Pvalue 0,003), informasi seksualitas (Pvalue 0,002) merupakan variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan perilaku seks pranikah. Saran yang diberikan peneliti untuk Remaja di SMK YAPAN Indonesia Kota Depok yaitu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku positif tentang kesehatan reproduksi melalui keterlibatan remaja dalam pelayanan kesehatan peduli
remaja (PKRR) sehingga mendapatkan informasi yang jelas tentang adanya pelayanan dan memanfaatkan serta menyebarluaskan keberadannya pada teman sebaya.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16056/1/FIKES_KESMAS_1005015076_RIRY%20RACHMA%20PUTRI%20SUNARYA.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Pengaruh Kompetensi dan Kinerja Karyawan terhadap Pengembangan Karir Karyawan PT. Angkasa Pura Ii Cabang Bandar Udara Halim Perdanakusuma

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16058/

Pengaruh Kompetensi dan Kinerja Karyawan terhadap Pengembangan Karir Karyawan PT. Angkasa Pura Ii Cabang Bandar Udara Halim Perdanakusuma

Anggraeni, Maudi Ayu

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh antara Kompetensi dan Kinerja Karyawan terhadap Pengembangan Karir Karyawan. Di dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kuantitatif sebagai cara untuk menganalisis hubungan antar variabel dalam sebuah populasi. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT Angkasa Pura II Cabang Bandar Udara Halim Perdanakusuma yang berjumlah 60 orang sebagai respondenya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran keuesioner dan melakukan pengukuran menggunakan skala likert. Model test menggunakan IBM SPSS versi 23. Hasil yang didapat penulis dalam penelitian ini menunjukan bahwa kompetensi dan kinerja karyawan secara silmutan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengembngan karir karyawan di PT Angkasa Pura II Cabang Bandar Udara Halim Perdanakusuma. Dan secara parsial, kompetensi dan kinerja karyawan berpengaruh positif signifikan terhadap pengembangan karir karyawan PT Angkasa Pura II Cabang Bandar Udara Halim Perdanakusuma. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa kompetensi sangat berpengaruh terhadap pengembangan karir karyawan di perusahaan sehingga dapat memberikan efek positif bagi pengembangan karir karyawan, dan kinerja karyawan berpengaruh terhadap pengembangan karir karyawan di perusahaan terlihat dari kerjasama antar karyawan di perusahaan yang memberikan efek baik terhadap engembangan karir karyawan.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16058/1/_FEB_MNJ_1602025234_Maudi%20Ayu%20Anggraeni.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Pengaruh Kompensasi dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Pegadaian Cabang Radio Dalam

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16050/

Pengaruh Kompensasi dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Pegadaian Cabang Radio Dalam

Anwarsyah, Muhammad

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan motivasi terhadap kinerja karyawan di PT. Pegadaian (Persero) cabang Radio Dalam Jakarta Selatan
Penelitan ini merupakan penelitan kuantitatif dengan metode survei, populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh karyawan PT. Pegadaian (Persero) cabang Radio Dalam. Populasi dari penelitian ini berjumlah 85. Teknik pengumpulan data menggunakan populasi. Teknik pengumpulan data yang di lakukan adalah dengan menyebar kuesioner, yaitu teknik pengumpulan data yang di lakukan dengan memberi seperangkat pernyataan tertulis kepada responden. Teknik pengolahan dengan menggunakan software SPSS (Stasistik Product and Service Solution) versi 22.0, dan analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas, uji reliabilitas, analisis statistik deskriptif, analisis regresi linier berganda, analisis koefisien korelasi, uji asumsi klasik, analisis koefisien determinasi dan uji hipotesis.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial Kompensasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dengan nilai thitung 2,882 tingkart signifikansi 0,000<0.05 dan koefisien regresi 0,278 atau 27,8%, disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dengan nilai t hitung 5,461 tingkat signifikan 0,000<0,05 dan koefisien regresi sebesar 0,467 atau 46,7%. Secara simultan kompensasi dan motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dengan f hitung 21,964 tingkat signifikan dalam f tabel 3,11. Maka dapat disimpulkan bahwa kompensasi dan motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan PT. Pegadaian (Persero) cabang Radio Dalam Jakarta Selatan. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16050/1/FEB_MNJ_1302015116_MUHAMMAD%20ANWARSYAH.pdf Unduh!

Categories
Repo

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesiapan Menghadapi Menarche Tahun 2018

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16053/

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesiapan Menghadapi Menarche Tahun 2018

Adimahsyar, Agita

Menarche (menstruasi pertama) merupakan menstruasi yang pertama kali terjadi pada dinding rahim yang dikenal dengan istilah darah haid, haid pertama tanda kesiapan biologis, dan tanda siklus masa subur telah mulai. Kesiapan menghadapi menarche adalah keadaan yang menujukkan bahwa seseorang siap untuk mencapai salah satu kematangan fisik yaitu datangnya menarche, hal ini ditandai dengan adanya pemahaman pengetahuan yang mendalam tentang proses menstruasi sehingga siap menerima dan mengalami menarche sebagai proses yang normal. Ketidaktahuan anak tentang menstruasi dapat mengakibatkan anak sulit untuk menerima menarche. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan menghadapi menarche penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatf analitik dengan desain studi cross sectional (study potong lintang). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswi kelas 5 dan 6 SDN Pakujaya 02 Tangerang sebanyak 273 orang dengan sampel sebanyak 73 orang dengan menggunakan metode non probability dengan teknik sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan Chi Square. Hasil uji univariat kesiapan menghadapi menarche, responden yang siap menghadapi menarche (78,1%), responden yang berpengetahuan baik (68,5%), responden yang memiliki pola komunikasi yang positif (54,8%), responden yang terpapar informasi (74,0%). Hasil uji bivariat menunjukkan variabel yang tidak berhubungan Pvalue ≤ 0,05 dengan kesiapan menghadapi menarche yaitu pengetahuan (Pvalue=0,134), pola komunikasi (Pvalue=0,197) keterpaparan informasi (Pvalue=0,132). Berdasarkan hasil penelitian diharapkan sebagai bahan pertimbangan untuk memasukkan pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi kedalam muatan lokal atau mata pelajaran tambahan yang sesuai, agar responden lebih mengerti dalam memahami pengetahuan tentang menarche.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16053/1/FIKES_KESMAS_%201405015004_%20AGITA%20ADIMAHSYAR.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Pengaruh Beban Kerja dan Stress Kerja terhadap Kinerja Karyawan Pengadilan Agama Cibinong Kelas 1.A

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16052/

Pengaruh Beban Kerja dan Stress Kerja terhadap Kinerja Karyawan Pengadilan Agama Cibinong Kelas 1.A

Wibowo, Satryo

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara Beban Kerja dan stress Kerja terhadap Kinerja Karyawan.
Dalam penelitian ini digunakan metode survei. Variabel yang digunakan yaitu
Beban Kerja dan Stress Kerja sebagai variabel independen dan variabel Kinerja Karyawan sebagai variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan perusahaan Pengadilan Agama Cibinong Kelas 1.A, yang berjumlah 53 orang. Teknik pemilihan sampel dilakukan dengan sample jenuh, sehingga diperoleh sampel berjumlah 53 orang sebagai responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukurannya menggunakan skala likert. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, regresi linear berganda, uji asumsi klasik, dengan menggunakan uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi, pengujian hipotesis uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), analisis koefisien korelasi parsial dan koefisien korelasi berganda.
Hasil Analisis Statistik Deskriptif yaitu variabel Kinerja Karyawan (Y) mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar 35,21 dengan standar deviasi sebesar 4,655. Variabel Beban Kerja (X1) mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar 38,85 dengan standar deviasi sebesar 5,436. Variabel Stress Kerja(X2) mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar 35,32 dengan standar deviasi sebesar 4,424. Hasil model regresi linear berganda yang diperoleh yaitu Ŷ
=-0,059 + 0,412X1
+ 0,604X2.Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa residual berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas, tidak terjadi heteroskedastisitas, tidak
terjadi autokorelasi sehingga dapat diinterprestasikan model regresi mempunyai
sifat BLUE (Best Linear UnbiasedEstimator).
Nilai Adjusted R2 sebesar 0,939 artinya variabel independen Beban Kerja dan
Stress Kerja mampu mempengaruhi variabel dependen kinerja karyawan adalah
sebesar 93,9% sedangkan sisanya sebesar 6,1% dipengaruhi oleh variabel lain
yang tidak diteliti di dalam penelitian ini.
Hasil uji F menunjukkan F hitung sebesar 403,704 > F 0.05 (2;50) = 3,18,
maka dapat diinterpretasikan bahwa Beban Kerja dan Stress Kerja secara simultan
atau bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil uji
statistik t variabel yaitu Beban Kerja (X1) menunjukkan thitung sebesar 6,752 >
2,009, maka Beban Kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja karyawan. Selanjutnya nilai thitungvariabel yaitu Stress Kerja (X2)
menunjukkan thitungsebesar 8,938 > 2,009, maka Stress Kerja secara parsial
berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan.
Nilai koefisien korelasi parsial variabel Beban Kerja (X1) dan variabel kinerja
karyawan (Y) sebesar 0,921 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000< 0,05, maka dapat dikatakan terdapat hubungan positif, SangatKuat dan signifikan. Nilai koefisien korelasi parsial variabel Stress Kerja (X2) dan variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 0,943 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat dikatakan terdapat hubungan positif, sangat kuat dan signifikan. Analisis koefisien korelasi berganda diketahui bahwa nilai koefisien korelasi berganda (R) = 0,970 berarti kedua variabel yaitu Beban Kerja dan Stress Kerja secara bersama-sama mempunyai tingkat hubungan yang sangat kuat (berada pada interval 0,80- 1,000) dan positif terhadap kinerja karyawan. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16052/1/FEB_MNJ_1302015172_SATRYO%20WIBOWO.pdf Unduh!