Categories
Repo

Hubungan Arrtara Perilalru Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Tatanan Rumah Tangga Terhadap Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesrnas Mangunjaya Tambun Selatan Kabupaten Bekasi

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15592/

Hubungan Arrtara Perilalru Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Tatanan Rumah Tangga Terhadap Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesrnas Mangunjaya Tambun Selatan Kabupaten Bekasi

Jannah, Laila Jamil Faihrotul

Diare merupakan masalah kesehatan masyarakat, t€rutama pada balita. Diare dapat dicegah apabila masyarakat menerapkan Pqilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antara Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PIBS) Tatanan Rumah Tangga Terhadap Kejadian Diare Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Mangunjaya Tambun Selatan Bekasi. Mengguakan metode penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectiorwl, surpel penelitian sebanyak 108 ibu yang meuriliki balita usia 12-59 bulan dengan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adatah analisis rmivaria! bivariat, multivariat. hasil analisis univariat pada penelitian ini dimana sebagian besar responden tidak mengalami kejadian diare pada balita dalam tiga bulan terakhir (62W PlmS tatanan rumah tangga yang baik (7t,3o/o), memiliki balita yang benrmur 25-59 bulan Q3,lyo), memiliki balita yang berjenis kelamin laki-laki (5A,T/o), berada pada umur > 26 tahun (80,67o), memiliki pendjdikan terakhir t’4gg (63,f/o), memiliki pendapatan keluarga/ bulan < UMR (68,5yo) dan memiliki I balita (80,67o). I{asil uji bivariat menunjuHran bahwa terdapat hubungan yang signifikan aotara perilaku hidup bersih dan sehat (PIIBS) tatanan runah tangga dengan keiadian diare pada balita di witayah kerja Puskesmas Manguniaya Tambun Selaran Kabupaten Bekasi Tahun 2018 (Pvalue 0,000). Petugas puskesmas han$ secara intensif dan berkesinambungan dalam memberikan penyuluhan kesehatan tentang faktor-faktor yang bertrubungan dengan kejadian diare pada balit4 terutama perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tatanan rumah tangga kepada masyarakat di wilayah. kerja Puskesnas Mangunjaya Tambun Selatan Kabupaten Bekasi. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15592/1/FIKES_KESMAS_1405015081_LAILA%20JAMIL%20FAIKHOTUL%20JANNAH.pdf Unduh!

Categories
Repo

Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu, Pola Makan, Asupan Energi dan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Anak Autis di Sekolah Citra Anindya Bintaro, Tangerang Selatan April 2016

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15577/

Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu, Pola Makan, Asupan Energi dan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Anak Autis di Sekolah Citra Anindya Bintaro, Tangerang Selatan April 2016

Sopiandi, Redy

Autism spectrum disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan saraf yang biasanya didiagnosis pada anak-anak sebelum usia tiga tahun. kelainan ini ditandai dengan gangguan dalam interaksi sosial, kemampuan bahasa terutama dalam komunikasi sosial dan senang berimajinasi, bersamaan dengan kecenderungan terhadap berbagai jenis kegiatan dan kesenangan repetitif. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi ibu, pola makan, asupan energi dan zat gizi makro dengan status gizi anak autis di Sekolah Citra Anindya Bintaro, Tangerang Selatan April 2016. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2016 di Sekolah Citra Anindya Bintaro, Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan desain penelitian Cross Sectional. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling dan didapatkan sampel berjumlah 32 orang. Variabel dependen pada penelitian ini adalah status gizi, sedangkan variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan gizi ibu, pola makan, dan asupan energi dan zat gizi makro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar (90.6%) responden memiliki tingkat pendidikan tinggi yaitu >SLTP, (65.6%) responden yang bekerja, (56.2%) responden yang memiliki pengetahuan gizi cukup. Selain itu, sama rata yaitu sebesar (50.0%) anak autis menerapkan diet gluten dengan baik dan kurang baik, (56.2%) anak autis menerapkan diet kasein dengan baik, (53.1%) anak autis menerapkan diet anti yeast dengan baik, (53.1%) anak autis menerapkan diet zat aditif kurang baik, serta untuk diet alergi dan intoleransi makanan sama rata yaitu sebesar (50.0%) anak autis menerapkannya dengan baik dan kurang baik. Anak autis dalam penelitian ini memiliki sebesar (46.8%) asupan energi normal, sebesar (65.6%) memiliki asupan protein kurang, sebesar (40.6%) memiliki asupan lemak yang berlebih, sebesar (65.6%) memiliki asupan karbohidrat kurang, dan sebesar (40.6%) status gizi anak autis yaitu obesitas. Hasil uji chi-square dapat diketahui bahwa ada hubungan bermakna (p<0.05) antara pola makan, asupan energi, dan asupan lemak dengan status gizi anak autis. Tidak ada hubungan yang bermakna (p>0.05) antara pengetahuan gizi ibu, asupan protein, dan asupan karbohidrat terhadap status gizi anak autis.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15577/1/FIKES_GIZI_1205025062_REDY%20SOPIANDI.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Pendidikan Shalat Untuk Anak Kesulitan Belajar (Penelitian Etnografi Pendidikan Di Isfina Center Rumah Terapi Anak Jakarta Selatan.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15593/

Pendidikan Shalat Untuk Anak Kesulitan Belajar (Penelitian Etnografi Pendidikan Di Isfina Center Rumah Terapi Anak Jakarta Selatan.

Nuha, Ulin

Tujuan Dari Penelitian Ini Adalah Untuk Menganalisis Penerapan Pendidikan Shalat Terhadap Anak Kesulitan Belajar. Penelitian Ini Menggunakan Penelitian Kualitatif. Untuk Pengambilan Data Menggunakan Wawancara, Observasi ,Dokumentasi Dan Triangulasi. Dengan Harapan Untuk Mendapatkan Hasil Yang Diinginkan Yaitu Penerapan Shalat Terhadap Anak Kesulitan Belajar. Hasil Penelitian Menunjukan Adanya Perkembangan Yang Baik, Dari Isfina Center Rumah Terapi Anak Jakarta Selatan Terhadap Pendidikan Yang Diajarkan Kepada Anak Kesulitan Belajar Dalam Melaksanakan Proses Penerapan Pendidikan Shalat. Meski Proses Yang Tak Mudah Dan Sangat Panjang Untuk Perubahan Yang Lebih Baik.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15593/1/FAI_PENDIDIKAN%20AGAMA%20ISLAM_%201407015060%20_%20ULIN%20NUHA.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Penilaian Risiko Ergonomi Terhadap Postur Kerja Dengan Metode REBA Pada Pekerja Pile cap Di Proyek Tol Serpong-Cinere Tahun 2018

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15578/

Penilaian Risiko Ergonomi Terhadap Postur Kerja Dengan Metode REBA Pada Pekerja Pile cap Di Proyek Tol Serpong-Cinere Tahun 2018

Selviani, Dwi Amelia

Ergonomi merupakan ilmu, seni dan penerapan teknologi untuk menyerasikan atau menyeimbangkan antara segala fasilitas yang digunakan baik dalam beraktivitas maupun istirahat dengan segala kemampuan, kebolehan dan keterbatasan manusia baik secara fisik maupun mental, sehingga dicapai suatu kualitas hidup secara keseluruhan yang akan lebih baik. Postur berulang, postur janggal dan postur dalam waktu yang lama memiliki risiko ergonomi dan dapat dapat mempengaruhi produktivitas, efisiensi, dan efektifitas dalam menyelesaikan pekerjaannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif semi-kuantitatif dengan menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA), Bersifat observasional.Penelitian ini berlangsung dari bulan November 2017-Juni 2018. Pengamatan dilakukan pada 23 pekerja pada pembangunan pile cap.
Hasil penelitian menunjukkan dari 4 jenis pekerjaan yaitu, pembobokan bored pile, merangkai besi, bekisting, dan pengecoran memiliki tingkat risiko ergonomi sedang, tinggi, sangat tinggi. Untuk meminimalisir risiko ergonomi perlu dilakukan perubahan postur kerja seperti postur punggung yang bungkuk menjadi tidak terlalu membungkuk, postur leher menunduk menjadi tidak terlalu menunduk, postur pergelangan tangan menekuk menjadi tidak menekuk karena sikap tubuh yang tidak alami harus dihindari agar tidak terbiasa, memberikan papan untuk pijakan kaki sehingga pijakan pekerja stabil, meletakan pegangan yang tersedia sehingga tidak terjadi pegangan janggal, melakukan peregangan sebelum bekerja, sela-sela waktu kerja, dan selesai bekerja.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15578/1/FIKES_KESMAS_1405015040_DWI%20AMELIA%20SELVIANI.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Hubungan Asupan Lemak, Natrium, Serat, dan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Hipertensi pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Panunggangan Kota Tangerang

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15594/

Hubungan Asupan Lemak, Natrium, Serat, dan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Hipertensi pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Panunggangan Kota Tangerang

Febrianti, Risa

Penyakit kardiovaskuler adalah penyakit yang disebabkan gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah, seperti: Penyakit Jantung Koroner, Penyakit Gagal Jantung atau Payah Jantung, Hipertensi, dan Stroke. Beberapa penelitian mengatakan bahwa kejadian hipertensi berkaitan erat dengan perubahan gaya hidup, mengonsumsi makanan tinggi lemak, kolesterol, kurang konsumsi makanan sumber serat, penurunan aktivitas fisik, kenaikan kejadian stres, dan lain-lain. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan lemak, natrium, serat, dan aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan di Puskesmas Panunggangan Kota Tangerang. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2016 di Puskesmas Panunggangan Kota Tangerang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data variabel independen dan variabel dependen dilakukan melalui wawancara langsung dengan menggunakan alat bantu kuesioner. Variabel dependen yaitu kejadian hipertensi, sedangkan variabel independen terdiri dari asupan lemak, natrium, serat, dan aktivitas fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 70 responden 34 orang (48,6%) mengalami hipertensi, dari responden yang hipertensi sebanyak 30 orang (55,6%) memiliki asupan lemak berlebih, sebanyak 22 orang (46,8%) yang memiliki asupan natrium cukup, sebanyak 33 orang (53,2%) yang memiliki asupan serat kurang, dan sebanyak 29 orang (47,5%) yang memiliki aktivitas fisik sedang. Berdasarkan analisis bivariat diketahui bahwa asupan lemak memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian hipertensi (p<0,05). Namun, tidak ada hubungan bermakna antara asupan natrium, asupan serat, dan aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi (p>0,05).

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15594/1/FIKES_GIZI_1205025069_RISA%20FEBRIANTI.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Pengaruh Sabar Dan Manajemen Stres Terhadap Empati Pada Perawat Rumah Sakit

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15579/

Pengaruh Sabar Dan Manajemen Stres Terhadap Empati Pada Perawat Rumah Sakit

Ningsih, Santhy Ratna

Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan sabar dan manajemen stres terhadap empati pada perawat rumah sakit. Empati sendiri diartikan sebagai keinginan perawat untuk memahami apa yang dialami pasien dari perspektif pasien untuk mengidentifikasi masalah pasien dengan lebih jelas dan melakukan intervensi secara lebih spesifik. Subyek pada penelitian ini sebanyak 110 orang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan sampel yang digunakan adalah sampling purposive. Instrumen untuk mengukur sabar adalah Tes Kesabaran yang disusun oleh El Hafiz (2015), Manajemen Stres yang disususn oleh David A. Whetten dan Kim S. Cameron (2011), dan Empati yang disusun oleh Davis (1980). Data penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisa Hirarki Multiple Regretion. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang positif signifikan antara sabar dan manajemen stres terhadap empati pada perawat rumah sakit. Semakin tinggi sabar dan manajemen stres yang dimiliki perawat rumah sakit dapat meningkatkan empati yang lebih baik.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15579/1/FPSI_PSIKOLOGI_1309015087_SANTHY%20RATNA%20NINGSIH.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi Seimbang, Asupan Energi dan Zat Gizi Makro, Aktivitas Fisik dengan Status Gizi pada Siswa/i SMK Analis Kesehatan Bina Lestari Plus Bekasi Tahun 2016

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15580/

Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi Seimbang, Asupan Energi dan Zat Gizi Makro, Aktivitas Fisik dengan Status Gizi pada Siswa/i SMK Analis Kesehatan Bina Lestari Plus Bekasi Tahun 2016

Astuti, Restu Fibi

Masalah gizi yang timbul pada usia sekolah khususnya remaja dipicu oleh beberapa faktor seperti kebiasaan makan yang buruk, pemahaman gizi yang salah, kesukaan yang berlebihan terhadap satu jenis makanan, promosi yang berlebihan tentang produk makanan di media masa dan maraknya produk impor makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan gizi seimbang, asupan energi dan zat gizi makro, aktivitas fisik dengan status gizi
pada remaja. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilakukan pada 60 siswa/i SMK Analis Kesehatan Bina Lestari Plus Bekasi Tahun 2016 kelas XI dan XII. Status gizi dihitung berdasarkan IMT/U, hasil uji korelasi menunjukkan hubungan negatif antara tingkat pengetahuan, asupan energi, asupan karbohidrat, asupan protein, asupan lemak dengan status gizi. Terdapat hubungan positif antara aktivitas fisik (r=0,148) dengan status gizi responden. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan gizi seimbang, asupan energi dan zat gizi makro, aktivitas fisik dengan status gizi (p>0,05).

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15580/1/FIKES_GIZI_1205025063_RESTU%20FIBI%20ASTUTI.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Peran Masjid Sebagai Pusat Pendidikan Islam Non Formal Di Masjid Dian Al-Mahri (Kubah Emas) Depok

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15581/

Peran Masjid Sebagai Pusat Pendidikan Islam Non Formal Di Masjid Dian Al-Mahri (Kubah Emas) Depok

Attaufiqi, Muhammad Ridwan

Penelitian Ini Dilaksanakan Di Masjid Dian Al-Mahri (Kubah Emas) Depok, Jawa Barat. Penelitian Ini Merupakan Jenis Penelitian Kualitatif. Teknik Pengumpulan Data Kualitatif Deskriptif. Hasil Dari Penelitian Ini Bahwa Peran Masjid Dalam Melaksanakan Perannya Sangat Baik. Tujuan Penelitian Ini Adalah Untuk Mengetahui Peran Masjid Sebagai Pusat Pendidikan Islam Non Formal Di Masjid Dian Al-Mahri (Kubah Emas) Depok. Masjid Dian Al-Mahri (Kubah Emas) Ini Selain Masjid Di Gunakan Untuk Sholat Fardhu. Peran Pengurus Juga Mempunyai Banyak Kegiatan-Kegiatan Yang Dilaksanakan, Khususnya Dalam Menyemarakkan Ajaran Islam Seperti Memperingati Hari-Hari Besar Islam, Dan Juga Pengajian-Pengajian Yang Sudah Ditentukan Waktu-Waktunya. Sebagai Pusat Pendidikan Islam Non Formal Kini Masjid Dian Al-Mahri (Kubah Emas) Mampu Menyediakan Sarana Dan Wadah Dalam Melaksanakan Pendidikan Islam Non Formal Yang Disediakan Untuk Para Jama’ahnya Yang Berkunjung Datang. Masjid Dian Al-Mahri (Kubah Emas) Juga Sebagai Tempat Wisata Rohani, Yang Dapat Dilihat Dan Dinikmati Dengan Indah Dan Nyaman, Melalui Kegiatan Sholat Fardhu Berjama’ah Dengan Dipimpin Oleh Petugas Yang Sudah Teruji Kelayakan Bacaannya Dan Suaranya Yang Sangat Merdu. Karna Seluruh Petugas Merupakan Qari-Qari Dan Tahfidz-Tahfidz Internasional. Dengan Demikian, Maka Penulis Dapatkan Beberapa Fungsi Masjid Dian Al- Mahri (Kubah Emas) Sebagai Pusat Kegiatan Islam Yang Dapat Mencakup Beberapa Aspek, Diantaranya Aspek Dakwah Dan Ibadah, Aspek Sosial, Aspek Budaya, Aspek Ekonomi Dan Aspek-Aspek Lainnya Yang Sudah Berkontribusi Banyak Bagi Kemajuan Kehidupan Umat Islam Khususnya.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15581/1/FAI_PENDIDIKAN%20AGAMA%20ISLAM_%201307015035_%20MUHAMMAD%20RIDWAN%20ATTAUFIQI.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Keluhan Kelelahan Mata Pada Pekerja Pengguna Komputer di Perkantoran Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI Jakarta Tahun 2018

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15582/

Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Keluhan Kelelahan Mata Pada Pekerja Pengguna Komputer di Perkantoran Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI Jakarta Tahun 2018

Pamungkas, Satrio Adi

Lingkungan kerja merupakan salah satu sumber utama bahaya kesehatan kerja dengan banyak faktor yang mempengaruhi. Salah satu bahayanya keluhan kelelahan mata pada pekerja pengguna komputer. Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan kelelahan mata diantaranya usia, istirahat mata, intensitas pencahayaan dan durasi kerja. Pendekatan penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan sampel seluruh pekerja pengguna komputer di Direktorat Gizi Masyarakat sebanyak 74 orang. Pengumpulan data variabel secara primer dengan kuesioner tertulis. Khusus variabel intensitas pencahayaan diambil dengan bantuan lux meter. Penelitian dilakukan di perkantoran Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI Jakarta pada bulan Juni 2018. Hasil penelitian 78,4o/o pekerja pengguna komputer mengalami keluhan kelelahan mata, dengan keluhan paling banyak dirasakan mata berair (32,4%;o).Hasil uji statistik diketahui variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan keluhan kelelahan mata adalah istirahat mata (Pnu1u” 0,008), intensitas pencahayaan (Pnuru. 0,002) dan durasi kerja (Pu4u” 0,006). Sedangkan variabel usia tidak memiliki hubungan bermakna. Dari hasil penelitian disarankan agar instansi dapat membuat kebijakan yang mendukung pekerja untuk menyelingi pekerjaan menggunakan komputer dengan tugas lain serta melakukan istirahat mata. Selain itu untuk menciptakan intensitas pencahayaan yang optimal sumber cahaya buatan harus dirawat dengan baik.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15582/1/FIKES_KESMAS_1405019009_SATRIO%20ADI%20PAMUNGKAS.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Anak Usia Prasekolah (4-6 tahun) di TK. Islam Salman Al-Farisi Jatimulya Kec. Tambun Selatan Kab. Bekasi Tahun 2016

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15583/

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Anak Usia Prasekolah (4-6 tahun) di TK. Islam Salman Al-Farisi Jatimulya Kec. Tambun Selatan Kab. Bekasi Tahun 2016

Alifiana, Revina

Kekurangan gizi pada anak usia prasekolah disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhinya, sebagai penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Gizi kurang secara langsung disebabkan oleh asupan gizi dan penyakit infeksi. Penyebab tidak langsung yaitu umur ibu, pendidikan ibu, pengetahuan gizi ibu, pekerjaan, sikap, pola asuh, dan pendapatan keluarga yang mempengaruhi ketersediaan pangan dan pelayanan kesehatan. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi anak usia prasekolah (4-6 tahun). Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dimana pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli 2016. Sebagai sampel penelitian adalah 87 anak usia prasekolah (4-6 tahun) dan ibu sebagai Responden di TK. Islam Salman Al-Farisi yang diambil dengan Random Sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan derajat kepercayaan 95%. Sebagian besar ibu tergolong umur dewasa awal (88.5%), memiliki tingkat pendidikan tinggi (71%), ibu tidak bekerja (81.6%), ibu berpengetahuan baik tentang gizi (79.3%) dan anak dengan kebiasaan makan baik (81.6%). Status gizi anak sebagian besar normal (59.8%). Dari hasil analisa bivariat diperoleh hasil p-value > 0.05 bahwa tidak ada hubungan antara umur ibu, pendidikan, pekerjaan, dan tingkat pengetahuan dengan status gizi anak usia prasekolah. Terdapat hubungan antara kebiasaan makan dengan status gizi anak usia prasekolah dengan p-value < 0.05. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15583/1/FIKES_GIZI_1205025064_REVINA%20ALIFIANA.pdf Unduh!